Photo : Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto. (Int)

1News.id, SAMARINDA –  Berdasarkan data yang dilansir oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum Dan Ham RI (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami yang mengungkap ada sebanyak 1.420  tahanan dan narapidana yang kabur pasca terjadinya gempa di Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto saat di konfirmasi memastikan hingga saat ini belum ada tahanan atau narapidana yang memasuki wilayah kota Samarinda, Minggu (07/10/2018).

“ Terkait hal ini pihak kami sudah melakukan penanganan secara preventif dengan berkoordinasi kepada pihak Kemenkumham RI. Dan upaya teknis terkait dengan penanganan hal ini sudah dalam pembahasan,” kata Vendra kepada 1News.id.

Bahkan, lanjut Vendra, pihaknya belum menemukan indikasi adanya tahanan dan napi yang masuk kota Samarinda. \

“ Sejauh ini kami juga belum mendapat laporan data lengkap dari kemenkumham RI secara resmi,” terangnya, lagi.

Sekedar diketahui,  sebanyak 1.420 tahanan dan narapidana kabur di antaranya dari Lapas Palu sebanyak 515 orang (dari 581 narapidana hanya tersisa 66 orang) dan Rutan Palu sebanyak 410 tahanan (diisi 463 tahanan yang tersisa hanya 53 orang). Kemudian di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Perempuan (LPP) Palu sebanyak 72 narapidana (diisi 83 narapidana ditambah tiga bayi tersisa sembilan orang), Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Palu 24 orang (diisi 29 anak tinggal lima warga binaan), dan Lapas Donggala sebanyak 342 narapidana kabur semua. (Ono918)

 

Berikan Tanggapanmu