BUKAN PENCULIK : Tampak Kanit Reskrim Polsek Loa Jalan Edi Hariyanto (dua dari kanan) dan Kasi Humas Aiptu Priyo Nugroho saat mendampingi Fahril yang sudah diamankan di Mako Polsek Loa Janan. (1News)

Sempat Kejar-kejaran dan Menerobos Rajia, Akhirnya Terciduk di Balikpapan

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Hebohnya informasi yang beredar ke masyarakat tentang adanya aksi penculikan anak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya terkuak sudah. Ternyata, berita yang sudah beredar kemana-mana hingga di media sosial (medsos) tersebut adalah berita palsu atau hoaks.

“ Itu tidak benar, itu hoaks,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari, melalui Kanit Reskrim Ipda Edi Hariyanto dalam press rilis di Mako Polsek Loa Janan, Minggu (28/10/2018) siang.

Pasalnya, terang Edi, pihaknya sudah berhasil menangkap seorang pelaku bernama Fahril Baharuddin (28) warga Balikpapan yang dikatakan sebagai pelaku penculikan anak, Jumat (26/10/2018) sore lalu.

“ Dia (Fahril,Red.) bukan penculik anak, tapi seorang penipu,” tegasnya.

Mengenai modus penipuan yang dilakukan Fahril, terang Kanit, dilakukan di warung-warung pinggiran.

“ Jadi pelaku ini beralasan membeli sebuah barang di warung, seperti rokok, beras dan tabung gas elpiji. Nah, kepada korban si pelaku mengaku ketinggalan uang atau bos-nya yang akan membayar di mobil. Untuk meyakinkan pemilik warung, pelaku mengajak anak korban untuk ikut ke mobil,” urainya.

Kemudian lanjut Edi, setibanya di mobil, Fahril lalu mengajak anak pemilik warung untuk masuk ke dalam mobil dan dibawa jalan.

“ Setelah 1 hingga 2 kilometer, pelaku menurunkan anak korban dipinggir jalan, sementara handphone milik anak tersebut diambil dan dimatikan. Sehingga orang tua korban kebingungan anaknya tidak pulang-pulang dan handphone-nya tidak bisa dihubungi,” tuturnya.

Karuan saja, pemilik warung tersebut berpikiran kalau anaknya telah diculik oleh Fahril. Kemudian melalui medsos, pemilik warung mencoba membagi informasi ke teman-temannya kalau anaknya telah diculik dan pelakunya mengarah ke Balikpapan menggunakan mobil Avanza warna silver metalik.

“ Dari laporan masyarakat-lah kami mengetahui adanya kasus tersebut. Kemudian saya bersama anggota lakukan pengejaran hingga ke Balikpapan,” kata Edi.Ternyata, Jumat siang tersebut sedang ada rajia di Pos KM 38 Samboja oleh petugas Polsek Samboja. Mendapat informasi adanya laporan itu, petugas Polsek Samboja mencoba membantu mencari kendaraan yang dimaksud.

“ Jadi waktu itu pelaku lewat Pos KM 38 Samboja itu. Pelaku yang mau dihentikan malah menerobos rajia dan mencoba melarikan diri ke Balikpapan. Kemudian kami bersama anggota Samboja kembali mengejar pelaku,” ujarnya.

Dalam aksi kejar mengejar itu, Fahril berusaha mengelabui petugas. Setibanya di KM 24 Balikpapan, Fahril menghentikan kendaraan dan masuk ke rumah warga. Disana Fahril menumpang ke kamar mandi dan membuang barang dari warung yang terletak di KM 28 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan tersebut.

Tapi usaha mengelabui itu berhasil tercium oleh petugas. Fahril berhasil diciduk di KM 24 Balikpapan tersebut dan langsung diamankan ke Mako Polsek Loa Janan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“ Saat ini pelaku sudah kami amankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus ini pelaku sementara kami jerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. Untuk barang bukti, kami mengamankan satu unit mobil Avanza yang dirental oleh pelaku,” ucap Edi.

Kepada wartawan, Fahril terpaksa melakukan penipuan itu untuk membayar mobil rental yang disewanya tersebut. Bahkan dirinya menegaskan kalau tidak melakukan penculikan anak, itu hanya trik untuk menipu saja.

“ Saya tidak menculik anak pak, saya hanya melakukan penipuan saja. Untuk anak pemilik warung yang saya bawa itu hanya trik saja, agar pemilik warung percaya kalau saya mengambil uang untuk membayar belanjaan,” aku Fahril.

Pria yang mengaku diberhentikan dari perusahaan minyak dan gas (Migas) di Kecamatan Muara Badak ini mengungkapkan, sejak 3 minggu terakhir dirinya sudah melakukan penipuan di 10 warung dipinggiran jalan. Mulai di Samarinda, Balikpapan, Muara Badak, hingga Loa Janan.

“ Saya khilaf pak, saya kapok,” ucap pria bertatto ini. (bay)

 

 

Berikan Tanggapanmu