GANTUNG DIRI : Kaur Inafis Polres Kukar Aiptu Dian Heri Wahyudi saat menyerahkan jasad RN kepada pihak keluarga usai visum di rumah sakit.(ist)

Diduga Masalah Ekonomi, Terakhir Terlihat Hari Jum’at

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Suasana di sekitaran Jalan APT Pranoto Rt 03 Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (29/10/2018) pagi sekitar pukul 07.00 wita mendadak ramai. Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi mengatakan, pria yang tergantung tewas itu berinisial RN (43) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Jalan APT Pranoto Rt 03 Tenggarong.

“ Informasi yang kami dapat dari pihak keluarga, korban merupakan PNS atau staf di Kantor Lurah Sukarame,” kata Triyadi kepada harian ini, Senin pagi.

Kemudian lanjut Kapolsek, RN terakhir terlihat Jum‘at (27/10/2018) sore lalu saat masuk ke dalam kamar oleh neneknya. Namun sejak saat itu, neneknya tidak melihat RN keluar kamar bahkan tidak makan maupun minum.

“ Nah, tadi pagi (Senin,Red.) nenek korban menyuruh adik korban berinisial YL untuk melihat ke dalam kamar. Ketika membuka pintu, saksi melihat korban sudah tergantung disebuah tali pegangan jala yang terikat di tiang atas kamar dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Triyadi.

Melihat kakaknya tergantung, YL bergegas memberitahukan kepada nenenknya. Kemudian pukul 07.30 wita, kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Tenggarong oleh warga setempat.

“ Setelah kami mendapatkan laporan, saya beserta Tim Inafis Polres Kukar langsung mendatangi lokasi kejadian. Kemudian sekitar pukul 8 pagi, korban kita evakuasi dan dibawa ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang untuk divisum,” ujar Triyadi.Terpisah, Kaur Inafis Polres Kukar Aiptu Dian Heri Wahyudi menerangkan, saat di lokasi kejadian pihaknya mengamankan barang bukti berupa seutas tali jala nilon warna biru yang digunakan untuk gantung diri, satu gelas berisi air serta dua botol air mineral yang berisi tuak yang sudah dicampur racun pembasmi rumput dan pakaian RN.

“ Kami menduga sebelum gantung diri, korban sempat meminum racun rumput itu. Karena dilokasi ditemukan gelas dan racun rumput tersebut, bahkan masih bau thiner,” jelas Dian.

Mengenai penyebab RN nekat menghabisi nyawanya sendiri, beber Dian, diduga masalah ekonomi. Karena dari keterangan istrinya, RN tidak ada masalah keluarga. Hanya saja, belakangan ini RN terlihat murung dan pendiam.

“ Mungkin masalah ekononomi. Karena keterangan istrinya, korban tidak ada masalah dirumah tangganya,” ucap Dian, lagi.

Mengenai hasil visum, terang Dian, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh RN. Usai visum, jasad RN diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.

“ Hanya lebam mayat di daerah pinggang dan kaki dan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Pada korban juga tidak dilakukan otopsi, hanya visum luar saja. Bahkan pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan otopsi itu,” tegasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu