PECAHKAN REKOR : Tari Hudoq yang berlangsung dalam Festival Hudoq Cross Border 2018 di Kabupaten Mahakam Ulu berhasil masuk dalam rekor MURI dengan 2.230 penari. (1News.id)

Dalam Festival Hudoq Cross Border 2018

1News.id, MAHAKAM ULU – Festival Hudoq Cross Border 2018 yang berlangsung di Kecamatan Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan peserta penari Hudoq terbanyak yakni mencapai 2.230 orang.

Andre Purwandono selaku Manajer MURI mengatakan, kegiatan Festival Hudoq dengan menampilkan peserta tarian terbanyak ini belum pernah dicatatkan oleh MURI sebelumnya. Dia sendiri mengaku bangga karena saat ini MURI telah berhasil mencatatkan rekor terhadap tarian hudoq dalam kegiatan Festival Hudoq yang berlangsung sejak 23-27 Oktober 2018.

“ Jumlah penari hudoq terbanyak dengan jumlah 2.330 peserta. Itu kami hitung semua dengan penarinya, karena tarian itu juga mengikuti tarian hudoq,” kata Andre usai memberikan piagam kepada Pemkab Mahulu, Kamis (25/10/2018) kemarin. Andre berharap dengan adanya tarian hudoq ini bisa mempersatukan bangsa. Bahkan menurutnya, kegiatan ini harus dijaga bersama- sama agar budaya asli Kalimantan tetap terjaga dan terus dilestarikan.Sementara Bupati Kabupaten Mahulu, Boni Fasius Belawan Geh mengaku bangga atas prestasi yang diraih. Menurutnya tarian hudoq ini harus terus dilestarikan dan dia berharap agar masyarakat sadar wisata dan sadar budaya. Caranya dengan cara mendukung setiap event yang digelar, sehingga budaya yang sudah menjadi turun temurun tersebut tetap lestari dan bisa meningkatkan sektor pariwisata.

” Ini event yang bagus. Kegiatan ini bagian dari upaya kami membangun pariwisata di Mahakam Ulu dan kami ingin setiap tahun bisa mengadakan event seperti ini. Tidak hanya tradisi hudoq yang diangkat, namun event-event lainnya. Bahkan targetnya, kami ingin memasukan kegiatan ini dalam kalender nasional,” ungkap Boni kepada harian ini disela-sela acara. 

Ke depan, terang Boni, untuk  meningkatkan sektor pariwisata, Pemkab Mahulu akan lebih fokus membangun infrastruktur, baik pembangunan jembatan, bandara maupun transportasi sungai.

“ Ketiga akses tersebut akan kami fokuskan kedepannya, sehingga memudahkan para wisatawan yang datang ke Mahakam Ulu,” tandasnya.Sekedar diketahui, Tarian Hudoq adalah tarian tradisional suku Dayak Kalimantan Timur yang menggunakan topeng sebagai perwujudan dari binatang leluhur dan dewa. Nama Tari Hudoq di ambil dari kata Hudoq yang berarti menjelma, dalam tarian ini penari menggunakan topeng sebagai perwujudan dari hewan atau hama yang dianggap merusak tanaman seperti tikus, gagak, monyet, babi dan lain-lain. 

Selain itu ada juga topeng yang melambangkan burung elang yang di anggap sebagai pelindung serta memelihara hasil panen masyarakat Dayak, serta ada juga topeng manusia yang di anggap sebagai leluhur atau nenek moyang mereka. Tari Hudoq biasanya digelar pada saat pembukaan lahan pertanian atau setelah menanam padi di ladang. Menurut kepercayaan mereka ritual ini merupakan permohonan kepada tuhan agar hasil pertanian mendapatkan hasil yang melimpah ruah.

Dalam pertunjukannya, penari tidak hanya menggunakan topeng, penari juga menggunakan baju yang terbuat dari kulit pohon yang di hiasi rumbai berwarna hijau yang terbuat dari daun pisang. Baju tersebut menyimbolkan dedaunan yang terus menghijau agar tanaman yang ditanam tumbuh subur. Tidak ketinggalan, penutup kepala penari juga dihiasi dengan bulu burung enggang yang menjadi ciri khas masyarakat suku Dayak. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu