Foto:Estanto

1News.id, Cilacap – 166 bakal calon (balon) kepala desa yang akan bertarung dalam Pilkades serentak gelombang kedua mendapat arahan dari Forkopimda Cilacap, Senin (29/10/2018) pagi, di Ruang Jalabhumi, kompleks Setda Cilacap.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menjelaskan, kegiatan ini memiliki manfaat untuk membina silaturahmi, serta membahas dan menyatukan langkah dalam mempersiapkan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Cilacap tahun 2018.

Menurut Tatto, Pilkades merupakan ajang demokrasi. “Di sini saya minta bukan pertarungan tapi kompetisi. Balon kades harus siap bertanding, siap menang, siap kalah,” tegas Bupati.

Kepada balon kades, Bupati juga berpesan bagi yang nantinya terpilih untuk tidak merasa paling pandai dan mau terus belajar. Sebaliknya bagi balon kades yang kalah diimbau untuk tidak merasa rendah diri, dan senantiasa legowo menerima kekalahan.

“Setelah Pilkades selesai, jangan sampailah ada intrik yang tidak perlu. Rapat ini yang hadir seluruh Forkopimda, ini menunjukkan kita kompak, bersatu mewujudkan desa di Kabupaten Cilacap menuju sejahtera,” imbuh Bupati.

Selepas Bupati memberikan arahan, seluruh unsur Forkopimda secara bergantian memberikan arahannya, yakni Kapolres Cilacap dan Dandim 0703/Cilacap.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Cilacap Achmad Arifin Santosa Raden mengungkapkan, Pilkades serentak gelombang II tahun 2018 di Kabupaten Cilacap digelar pada 27 November 2018 dan diikuti 48 desa dari 16 kecamatan.

“Dari 48 desa, ada 3 desa yang bakal calonnya lebih dari 5, yaitu Desa Karanganyar (Gandrungmangu), Desa Sarwadadi (Kawunganten), dan Desa Kesugihan (Kesugihan),” kata Arifin.

Dijelaskan dia, ada seleksi tambahan berupa tes tertulis bagi desa dengan balon kades lebih dari 5 orang. Ini sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan Perda Nomor 9 Tahun 2017 tentang Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pencalonan Pemilihan Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Menurut Arifin, ada 4 tahapan Pilkades yaitu persiapan, pencalonan, pemungutan suara, dan penetapan.

“Untuk saat ini kita berada di tahap perbaikan dan melengkapi berkas pencalonan, serta pemberitahuan hasilnya,” imbuhnya.

Anggaran panitia pemilihan tingkat desa untuk Pilkades Gelombang II bersumber dari APBD Cilacap, dan tiap desa mendapat bantuan Rp 50 juta.

Sedangkan untuk Pilkades Gelombang III pada 20 Februari 2019, dianggarkan dalam dua tahap, yakni Rp 14 juta dari APBD 2018 dan Rp 36 juta dari APBD 2019.

Di samping dari APBD, anggaran tersebut juga dapat ditambah dari APBDes sesuai kemampuan masing-masing desa.

Sementara itu, Kapolres Cilacap AKBP Doko Julianto menjelaskan, ada beberapa potensi kerawanan selama pelaksanaan tahapan Pilkades serentak, khususnya kerawanan sosial.

Pihaknya menerjunkan sekitar 750 personel, dibantu 300 personel dari TNI untuk pengamanan Pilkades serentak.

“Minggu depan sudah kita terapkan semua. Kita sudah petakan semua dan awal November mulai kita tempatkan personel sesuai kerawanan wilayah masing-masing,” katanya.

Terkait penempatan petugas di masing-masing rumah balon kades, Djoko mengungkapkan itu akan dikomunikasikan dengan Kapolsek dan Danramil berkait dengan kerawanan di rumah-rumah balon kades.

Jumlah personel keamanan di masing-masing desa, imbuh Djoko, Polri dan TNI akan menempatkan maksimal 50 personel.

Seperti diketahui, Pilkades serentak gelombang II tahun 2018 akan digelar pada Selasa Legi, 27 November 2018 yang diikuti 48 desa dari 16 kecamatan.

Sedangkan gelombang III dilaksanakan pada Rabu Legi, 20 Februari 2019 diikuti 177 desa dari 21 kecamatan. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu