Kapolsek: ” Kita Lidik dan Kejar Pelakunya”.

1News.id, Cilacap – Sekitar 16 murid SD Negeri Sidanegara 03, Jalan Kendeng, Sidanegara, Cilacap Tengah, dikabarkan mengalami keracunan, Senin (8/10/2018) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB saat istirahat.

Ke-16 murid yang keracunan tersebut diduga setelah mengkonsumsi susu murni kemasan di sekolahnya.

Menurut informasi, awal kejadian pada saat mereka sedang istirahat pukul 09.00 WIB.

Sebelum mengkonsumsi susu, ada dari mereka yang sudah makan makanan lain. Namun, yang keracunan justru setelah mengkonsumsi susu tersebut.

Menurut Anding Setyorini, warga Jalan Kendeng yang juga ibunda Gizelia Putri Lesmawan, murid kelas III mengatakan anaknya mengkonsumsi susu pada pukul 09.00 dan setelah itu masuk ke kelas.

“Tak berapa lama, anak saya mengeluh pusing dan muntah-muntah,” katanya.

Ditanya apa si pedagang susu sering mangkal di sekolah itu, Anding mengaku tidak tahu.

Sementara itu, Suryati, warga Jalan Singkep, ibunda Lutfan Gilar Saputra justru yang paling sibuk saat peristiwa terjadi.

Dia tahu anaknya juga mengkonsumsi susu sachet merek Nasional itu, namun dia menolong kakak-kakak kelas Lutfan yang juga keracunan dan membawanya ke Puskesmas Cilacap Tengah I. Pada saat di puskesmas dia ditelpon bahwa Lutfan juga kena, dia pun langsung ke kelas Lutfan dan membawa anaknya ke puskesmas.

“Alhamdulillah anak saya selamat,” katanya. Dan dia menjelaskan, reaksi susu tersebut sekitar 30 menit setelah dikonsumsi.

Peristiwa tersebut berlangsung cepat. Beruntung, guru-guru bersama Babinsa Kelurahan Sidanegara Serka Rihayat Eko bertindak cepat membawa murid yang mual dan pusing ke Puskesmas Cilacap Tengah I untuk mendapat pertolongan.

Setelah diambil tindakan, 13 anak diizinkan pulang karena kondisinya sudah membaik.

Sementara sisanya yang tiga anak masih dirawat dan dirujuk ke RSUD Cilacap karena masih demam.

Ketiga anak tersebut adalah Kania Puspita kelas IV, Kayla Nafka kelas IV, dan Galih Agista kelas III.

Korwil Dinas P dan K Kecamatan Cilacap Tengah Sangidin mengungkapkan pihaknya telah bertindak cepat membawa mereka yang keracunan ke puskesmas.

Untuk itu dia meminta para guru dan kepala sekolah memastikan bahwa jajanan di sekolah pada hari itu sehat.

“Saya sudah sering melakukan sosialisasi pada saat rapat tentang makanan yang sehat buat anak-anak di sekolah,” tandasnya.

Dia menegaskan pihaknya akan meminta kepala sekolah untuk memberikan sosialisasi kepada para pedagang yang biasa mengkal di sekolah untuk memperhatikan kedaluwarsa dari makanan yang akan dijual di sekolah.

Kapolsek Cilacap Tengah AKP Aceng Rohman membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan pukul 12.00 dikabari oleh petugas puskesmas.

“Kami belum memutuskan bahwa anak-anak keracunan karena susu kemasan. Bisa jadi akibat mengkonsumsi makanan lain sebelum minum susu,” katanya.

Namun, dia mengaku akan mendalami kasus ini. Sebab dari petugas medis diketahui bahwa kedaluwarsa susu tersebut masih seminggu lagi, yakni tanggal 14 Oktober 2018.

Untuk itu polisi mengimbau kepada masyarakat untuk sementara menghindari makanan yang kontradiktif seperti susu.

“Kita akan kejar pelakunya guna memastikan penyebab keracunan 16 siswa ini,” ucapnya.

Terpisah, Kasi KLB Dinas Kesehatan Cilacap Hutomo Eko Prasetyo mengatakan ada 15 anak diduga menjadi korban keracunan susu kemasan dan 3 siswa dirujuk ke RSUD Cilacap karena demam dan sesak nafas.

Namun pihaknya belum memastikan penyebab keracunan adalah susu kemasan karena kedaluwarsa tertanggal 14 Oktober.

“Kita akan lakukan pengecekan laboratorium,” ucap Hutomo.

Dia mengimbau kepada orang tua anak yang rawat jalan untuk memantau perkembangan anak-anaknya. “Jika masih ada yang sakit perut atau sesak supaya menghubungi puskesmas,” imbuhnya.

Hutomo juga menolak jika dikatakan keracunan ini masuk kategori kejadian luar biasa (KLB), karena harus melalui prosedur lebih lanjut.

Sementara pihak produsen susu merk Nasional hingga berita ini diturunkan belum dapat di konfirmasi. Sementara kasusnya masih terus didalami pihak kepolisian.

(Red/E)

Berikan Tanggapanmu