TUTUP USIA : Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar saat melayat di rumah duka Sekda Kukar H Marli, Selasa siang (bayu/1News.id)

Sub) Hadiri Pembukaan MTQ di Kecamatan Muara Wis Dan Sempat Bertanya ke Kadis PU Soal Persiapan MTQ di Kecamatan Tabang

1News.id, Kutai Kartanegara – Kabar duka kembali menyelimuti Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Setelah sekitar satu bulan lalu Datok Sultan Kutai H Aji Muhammad Salehoeddin wafat. Selasa (4/9) pagi sekitar pukul 10.00 wita, masyarakat Kukar kembali kehilangan putra terbaik yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar H Marli.

Marli dikabarkan meninggal dunia usai menjalani perawatan medis di RSUD AM Parikesit, Kecamatan Tenggarong Seberang setelah mengalami kritis dan tak sadarkan diri di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Rencananya, pihak keluarga akan memakamkan jenazah, Rabu (5/9) pagi  di Pemakaman Sukmawira Tenggarong.

“ Almarhum setau saya baru sekitar seminggu lalu menjalani operasi. Tapi terakhir ketemu dengan almarhum saat di acara MTQ di Kecamatan Muara Wis kemarin (Senin,Red.),” ucap Chairil Anwar, Asisten 1 Setkab Kukar saat bertemu harian ini di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar saat Launching Standar Pelayanan Selasa pagi.

Setelah dipastikan meninggal oleh tim dokter di rumah sakit. Jenazah Marli kemudian dibawa ke rumah jabatan Sekda di Jalan Ki Hajar Dewantara Tenggarong. Satu persatu tokoh di Kukar berdatangan, baik yang lama maupun yang baru, termasuk seluruh ASN di Pemkab Kukar.

“ Tadi sempat bicara dengan istri almarhum, katanya almarhum kena jantung,” ucap Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar usai melayat di rumah duka.

Banyak kenangan yang ditinggalkan almarhum Marli kepada rekan kerja dan sahabat serta keluarga. Apalagi sebelum meninggal, Marli sempat menghadiri acara MTQ di Muara Wis bersama Plt Bupati Kukar Edi Damansyah dan rombongan lainnya.

“ Iya, kami sempat sama-sama di acara pembukaan MTQ di Muara Wis. Ya seperti biasa, kami berbincang dan bercanda. Tidak ada yang aneh saat itu, bahkan almarhum juga tidak ada berkata yang aneh-aneh,” ucap Edi Damansyah kepada wartawan.

Nah, usai pembukaan Edi Damansyah langsung pulang ke Tenggarong pagi dini hari sekitar pukul 03.00 wita. Sama dengan Marli, almarhum juga pulang saat itu, hanya saja tidak bersamaan dan lebih dulu setengah jam.

“ Kami masing-masing pulang. Saya menyeberang lewat Kota Bangun, dan almarhum lewat jalan lain. Kemudian pagi harinya saya dapat kabar kalau almarhum masuk rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia,” jelas Edi, lagi.

Berbeda dengan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kukar Yamin. Kepada wartawan, Yamin sempat merasa adanya keanehan pada Marli. Karena sewaktu hendak bersalaman, Marli tampak lupa-lupa ingat dengan dirinya.

“ Eh Pak Yamin ternyata. Mungkin karena beliau kecapekan,” kata Yamin mencontohkan.

Setelah itu, Marli dan Yamin berbincang bersama. Bahkan Marli sempat menanyakan soal persiapan MTQ di Kecamatan Tabang.

“ Almarhum bertanya ke saya soal persiapan MTQ di Tabang. Terus saya jawab begini, nanti saja pak itu masih lama juga,” terang Yamin.

Tak ada perbincangan yang aneh saat bersama dengan Marli. Hanya saja, ungkap Yamin, tampak wajah kelelahan pada Marli.

“ Tapi ada seorang teman bercerita ke saya. Katanya saat di akhir acara pembukaan MTQ, almarhum mengatakan melihat kain putih di tengah lapangan. Bahkan almarhum bilang ke dia kalau parak (dekat) mau di alaknya (ambilnya) kain putih itu,” ungkap Yamin. (bay)

Berikan Tanggapanmu