1News.id, Cilacap – Delapan dari 10 pelaku pengeroyokan di Kecamatan Binangun dan Patimuan berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Cilacap.

Kedelapan pelaku yang kini diamankan tersebut merupakan anggota salah satu ormas terbesar di Cilacap, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi dan dinyatakan buron.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan, setelah menerima laporan masyarakat, anggota Satreskrim bergerak cepat dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Pengeroyokan disertai penganiayaan terjadi pada Senin (20/08/2018) sekitar pukul 23.00 WIB,” ucapnya saat jumpa media, Senin (10/9/2018) siang.

Menurut Kapolres, Muhaimin, warga RT 01 RW 09 Dusun Kalenaren, Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, dikeroyok beberapa oknum ormas di Cilacap.

Petugas Satreskrim kemudian melakukan olah TKP, dan berhasil menangkap dua oknum ormas, yakni AF (35), warga RT 05 RW 08 Dusun Empangsari, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan PRM (33), warga RT 02 RW 06 Dusun Nusawuluh, Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan.

“Mereka berdua ditangkap di Desa Cinyawang, Kecamatan Patimuan. Korban Muhaimin menderita luka lecet dan memar pada bagian wajah. Dari bukti ini, anggota melakukan pengembangan sehingga identitas pelaku bisa diketahui,” imbuh Kapolres.

Selain pengeroyokan di Kecamatan Patimuan, Satreskrim juga menerima laporan terkait pengeroyokan disertai penganiayaan di Desa Sidaurip, Kecamatan Binangun.

Natam, warga RT 14 RW 05 Desa Pagubungan Kulon, Kecamatan Binangun, dikeroyok dan dianiaya enam orang oknum ormas di depan Karaoke King di kawasan Pantai Ketapang Indah, Desa Sidaurip, Kecamatan Binangun. Korban mengalami luka pada bibir, gigi rompal, dan mata memar.

Dan, dalam waktu 1 x 24 jam Satreskrim berhasil mengamankan enam pelaku berikut barang bukti berupa empat potong baju ormas, empat potong kaos ormas, dua baret ormas, satu buah sapu, dan satu buah KTA ormas.

“Barang bukti ini dikenakan pelaku saat penganiayaan terjadi,” jelas Kapolres.

Adapun keenam tersangka masing-masing yakni RS (40), warga Kecamatan Adipala, ADP (22), warga Adiraja, Kecamatan Adipala, AR (25), warga Adiraja Wetan, Kecamatan Adipala, AM (42), warga Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, SMN (42), warga Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, dan KP (26), warga Desa Adiraja, Kecamatan Adipala.

“Kita dari awal berkomitmen akan memberantas semua pelaku kejahatan termasuk street crime. Mereka kita jerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan di atas lima tahun,” jelas Kapolres.

Anak-anak punk

Dalam operasi preman ini, pihak Satreskrim juga mengamankan 19 orang anak-anak punk yang biasa melakukan pemaksaan terhadap korban di perempatan-perempatan traffic light dan pasar.

“Awalnya mereka meminta uang. Apabila tidak diberi, mereka akan memaksa. Hari ini kita lakukan razia terhadap mereka semua dan akan kita identifikasi,” tandasnya.

Menurut Kapolres, untuk anak-anak sebagian akan dilakukan pembinaan dan akan didata sesuai dengan identitas yang ada, kemudian dikembalikan ke pihak keluarga.

“Hampir semua anak-anak ini dari luar Cilacap, dan kita akan koordinasi dengan Polres setempat serta akan kita kembalikan ke pihak keluarga,” tutup Kapolres. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu