BERANTAS NARKOBA : Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Romi saat memperlihatkan Narkoba jenis shabu yang diungkap saat Operasi Antik Mahakam II Tahun 2018 di Kukar. (ist)

Sub) Hasil Operasi Antik Mahakam II Tahun 2018 Polres Kukar

1News.id, Kutai Kartanegara – Operasi Antik Mahakam II Tahun 2018 yang digelar selama dua pekan secara serentak di seluruh Indonesia berakhir sudah. Operasi yang dilaksanakan guna menindak peredaran Narkoba tersebut, menghasilkan pengungkapan kasus yang luar biasa.

Seperti halnya di Polres Kutai Kartanegara (Kukar). Sejak berlangsungnya Operasi Antik Mahakam II Tahun 2018 terhitung 31 Agustus hingga 14 September lalu, sebanyak 39 Laporan Polisi (LP) yang dihasilkan dan 45 orang menjadi tersangka.

“ 39 laporan itu merupakan pengungkapan dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kukar dan Polsek jajaran. Yang mana 10 tersangka merupakan tangkapan di Polres dan 35 tersangka lainnya adalah tangkapan Polsek-polsek,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Romi dalam Press Rilis di Ruang Tribrata Mako Polres Kukar, Rabu (19/9) pagi.

Untuk Narkoba yang diamankan, lanjut Haidar, rata-rata Narkoba jenis shabu-shabu.

“ Shabu yang berhasil kami amankan sebanyak 512,28 gram bruto atau setengah kilogram lebih dan ini sudah melebihi target. Seharusnya saat Operasi Antik kami ditarget mengungkap 16 kasus, tetapi pencapaian kami sampai 39 kasus,” terang Haidar, lagi.

Menurut Kapolres, pengungkapan kasus Narkoba selama Operasi Antik ini tak luput dari peran serta masyarakat di Kukar yang menginformasikan kepada petugas di Polres Kukar dan Polsek jajaran.

“ Saya selaku Kapolres Kukar dan jajaran mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi kepada anggota kami. Tanpa informasi dan kerjasama dari masyarakat, maka peredaran Narkoba di Kukar tidak akan mudah untuk diberantas bersama,” ungkapnya.

“ Untuk itu sekali lagi saya menghimbau kepada seluruh masyarakat apabila melihat atau menemukan kegiatan yang mencurigakan agar segera melapor ke petugas terdekat. Mari kita jaga lingkungan kita bersama agar anak-anak penerus bangsa tidak terpengaruh akan namanya Narkoba. Apalagi saat ini Kaltim sendiri berada diposisi ketiga di Indonesia dalam kasus peredaran Narkoba,” tegas Haidar. (bay)

Berikan Tanggapanmu