1News.id, Wangon – Seorang guru yang mengajar di SDN Kalipetung Klapagading Wangon, Banyumas bernama Rahmawati Nur Aziz warga Desa Cikakak RT 1/4 Wangon, Guru PAI Wiyata Bakti di laporkan hilang oleh keluarganya pada Sabtu sekitar pukul 12:00 wib (1/9/18).

Pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wangon pada malam harinya dan di terima oleh petugas piket. Dari informasi yang di dapat pihak kepolisian dan kronologi yang beredar melalui grup WA bahwa Rahmawati di duga menjadi korban hipnotis.

Menurut Kepala UPK Wangon Haryoto bahwa usai mengajar di SD nya Ia mintavijin ke Kepala Sekolah dan guru lainnya ada kepentingan keluarga dan menitipkan laptop serta uang tabungqn siswa kepada rekan guru bernama Susi.

Karena hingga sore bahkan malam hari tidak kunjung pulang ke rumah, pihak keluarga mencarinya ke tempat Susi. Merasa khawatir pihaknya melaporkannya kepada pihak Polsek Wangon. Pihak kelurga mengatakan bahwa Anaknya tersebut berkenalan dengan Bagus Dwi Anggoro melalui medsos facebook.

Pihak keluarga menjelaskan Bagus pernah berkunjung ke rumah dan mengaku sebagai Dokter bahkan korban Rahmawati pernah beberapa kali mentransfer uang mencapai 7 juta rupiah.

Pihak UPK Wangon pun telah memberitahukan kejadian ini ke pihak Dinas Pendidikan Banyumas. “Harus extra hati hati berteman melalui medsos, Jangan terlalu mudah tergiur dengan informasi yang berkaitan dengan pangkat dan jabatan seseorang.”Pesan Haryoto.

“Bu Rahmawati ini salah satu korban penipuan yg berawal dari perkenalan melalui fb, Pukul 00.00 tadi malam, keponakan korban bisa komunikasi dengan korban ,dan menyampaikan bahwa kalau urusan sudah selesai, besok langsung pulang. “Tambahnya.

Sementara pihak pemerintah Desa Cikakak pun tidak tinggal diam, bahkan Kepala Desa Suyitno pun ikut sibuk mencari keberadaan warganya. ” Benar telah dilaporkan hilang oleh keluarganya. “Katanya saat di hubungi via telpon Minggu siang(2/9/18).

Sementara Kapolsek Wangon AKP Sutrisno Utomo berharap untuk peduli terhadap masalah ini. “Harapannya masyarakat juga ikut memberi informasi.” Katanya.

Hingga berita ini di turunkan, pihak kepolisian Wangon masih melakukan pendalaman penyelidikan.(red)

Berikan Tanggapanmu