1News.id, Cilacap – Konsumen tabung gas elpiji ukuran 3 kg kini bisa sedikit lega.Pasalnya, pelaku penyuntikan/pengoplosan tabung gas melon itu ditangkap dan diamankan petugas Satreskrim Polres Cilacap.

Dalam gelar perkara, Rabu (1/8/2018) di Mapolres Cilacap, pelaku bernama Setiyono (39), warga Jalan Timah RT 03 RT 09, Kelurahan Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara yang mukim di Jalan Duren RT 01 RW 07, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, itu menjelaskan bahwa dalam melakukan aksinya (populer disebut pengoplosan), yakni mengurangi isi gas melon menggunakan pipa alumunium dengan panjang 9,5 cm diameter 8 mm dan dimasukkan ke dalam karet warna merah yang ada di gas melon tersebut.

Selanjutnya, besi panjang ukuran 9,7 cm diameter 6 mm dimasukkan ke dalam pipa alumunium yang sudah terpasang dalam karet warna merah, lalu membuka segel tabung gas melon yang berisi penuh.

“Setelah terbuka, tabung diangkat dengan posisi terbalik,” kata dia.

Kemudian, imbuhnya, besi disambung dengan pipa alumunium yang sudah terpasang pada tabung gas kosong.

Setelah terpasang lantas ditekan selama sekitar 5 detik, dan secara otomatis tabung yang berisi gas tersebut, gasnya akan berpindah ke tabung kosong sebanyak sekitar seperempat kilogram.

Didampingi Kasat Reskrim AKP Onkoseno, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat yang mengeluhkan bahwa gas elpiji yang diterima selalu berkurang isinya dan selalu cepat habis, Polres Cilacap menerjunkan Tim Halilintar menyelidiki kebenaran informasi tersebut.

“Ternyata benar, di rumah pelaku di Jalan Duren, Cilacap Selatan, petugas mendapati aktivitas pengoplosan gas melon yang dilakukan pelaku, Minggu (29/7/2018) sekitar pukul 01.30 WIB,” sambung dia.

Dari hasil penangkapan terhadap pelaku, petugas menyita barang bukti berupa 19 tabung gas elpiji 3 kg, satu buah gunting hijau kombinasi merah muda, 15 buah seal karet tabung gas elpiji, satu pipa alumunium panjang 9,5 cm diameter 8 mm, satu besi alumunium panjang 9,7 cm diameter 6 mm, satu kantong plastik berisi segel tabung gas elpiji.

“Kita terus melakukan penyelidikan, apakah pelaku merupakan perorangan atau sindikat terorganisir,” ucap Kapolres, sembari menerangkan bahwa aksi ini berlangsung selama 1 tahun.

Terkait peredaran gas elpiji hasil oplosan tersebut, Kapolres menerangkan di seputar Cilacap dan sekitarnya.

Pelaku bakal dijerat Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a dan b UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 ayat 2 UU No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan denda Rp 2 miliar.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli gas elpiji ukuran 3 kg maupun 12 kg.

“Jika terdapat gas elpiji yang tidak sesuai ukuran, segera laporkan ke pihak berwenang, yaitu pihak Pertamina atau Kepolisian. Kita akan menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut,” pungkasnya. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu