BARANGBUKTI : 17 Poket Narkoba jenis Sabu yang diamankan dari tangan Yono oleh petugas Polsek Loa Janan

1News.id, Kutai Kartanegara – Dahulu Sugiono alias Yono (46) yang tinggal di Jalan KS Tubun RT 15 Samarinda Ulu, berstatus anggota Polri. Namun belakangan pria tersebut dipecat dari kesatuannya sebagai polisi. Ternyata belakangan Yono terjun di dunia bisnis barang terlarang, berupa Narkoba jenis sabu. Tapi sepak terjang Yono sebagai bandar Narkoba jenis sabu diberangus petugas Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Loa Janan pada Senin (6/8) malam, sekira pukul 23.30 Wita.

“Dari Yono yang ternyata pecatan Polri, disita barang bukti berupa sabu sebanyak 17 poket atau semuanya seberat 10 Gram. Selain itu juga ditemukan uang tunai sebesar Rp 2,1 juta lebih, hasil penjualan sabu tersebut, ketika diringkus petugas kami di bilangan Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari, Selasa (7/8).

Terungkapnya keterlibatan mantan polisi itu sebagai pemain Narkoba, bermula saat petugas dipimpin Ipda Edy Hariyanto selaku Kanit Reskrim Polsek Loa Janan, menangkap seorang pengedar sabu bernama Budi. Dalam keterangannya ke Polsek Loa Janan, Budi menyebut nama-nama sejumlah bandar sabu yang biasa menyuplai Narkoba itu kepadanya.

“Budi mengatakan selama ini mengambil sabu dari sejumlah bandar Narkoba asal Samarinda, lalu diedarkannya di wilayah Loa Janan dan sekitarnya. Dari penuturan pelaku bernama Budi tersebut, maka Kanit Reskrim Polsek Loa Janan bersama sejumlah anggota lalu mengembangkan penyelidikan ke lapangan,” urai Djauhari –sapaan akrab Kapolsek Loa Janan ini.

Singkat cerita, malam itu pula Budi kemudian menghubungi seorang bandar Narkoba langganannya. Rupanya “pancingan” tersebut tak diketahui si bandar sabu, sehingga disepakati transaksi dengan Budi di kawasan Samarinda Seberang. Namun si pemain sabu itu terbilang gesit, sehingga berhasil lolos dari sergapan polisi ketika akan bertransaksi dengan Budi.

Kendati bandar sabu itu lolos, ternyata petugas Polsek Loa Janan masih berusaha menjerat bandar sabu lainnya yang biasa bertransaksi dengan Budi. Walhasil, Budi kemudian kembali menghubungi seorang rekan bisnisnya, tak lain Yono. Nah, kali ini pun Budi berhasil lagi memancing keluar seorang bandar sabu dari persembunyiannya.

“Ketika di telepon, Yono sepakat bertemu Budi untuk menyerahkan sabu di Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang, Senin (6/8) malam itu,” tambah Djauhari.

Memang rupanya nasib Yono sedang apes. Begitu dia akan bertemu dengan Budi di sebuah lokasi di Jalan Cipto Mangunkusumo Samarinda Seberang itu, tahu-tahu petugas Unit Reskrim Polsek Loa Janan meringkusnya. Yono yang pernah “berseragam coklat” itu pun tak bisa berkelit, ketika tertangkap basah mengantongi sebanyak 17 poket sabu atau seberat 10 Gram.

“Saya terpaksa begitu (jadi bandar sabu, Red) karena tak punya pekerjaan tetap setelah keluar dari polisi,” ucap Yono yang kini mendekam di tahanan Polsek Loa Janan. (Bay)

Berikan Tanggapanmu