1News.id, Purwokerto – Sebanyak 27 group kentongan perwakilan Kecamatan se-Kabupaten Banyumas, meriahkan festival kentongan yang digelar meramaikan peringatan HUT Kemerdekaan ke-73 RI Sabtu (25/8). Sebelum 27 group peserta lomba tampil, disahului oleh 2 peserta eksbisi dari Satlinmas Kabupaten Banyumas dan Paguyuban Kentong Banyumas (Pakenmas)

Festval dimulai sekitar pukul 20.30 WIB di Alun-alun Kota Purwokerto dan dilepas oleh PJ Bupati Banyumas, Drs Budi Wibowo M Si. Puluhan ribu orang tumpah ruah di Alun-alun Kota Purwokerto dan sepanjang jalan Jenderal Soedirman Purwokerto sampai perempatan Pasar Wage, rute festival kentongan ini.

Baca Juga : Festival Kentongan di Gelar Di Alun Alun Pasar Wage

Pj Bupati Budi Wibowo mengatakan jika kesenian tradisional kentongan ini dahulu namanya Tek Tek, salah satu alat komunikasi untuk menginformasikan situasi. Sekarang menjadi musik kentongan sebagai hiburan dan sambuatan para tamu.
“Seiring perkembangan, seniman mengembangkan menjadi berbagai alat kesenian kentongan. Saat ini kentongan sudah mendunia dan sudah pernah tampil di Malaysia serta Singapura,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan jika Festival kentongan menjadi agenda rutin diamana setiap tahunnya selalu ditunggu oleh masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

“27 grup kentongan merupakan group kentongan unggulan perwakilan Kecamatan se Kabupaten Banyumas, dan ditambah 2 peserta eksebisi dari Satlinmas dan Paguyuban Kentongan Banyumas (Pakenmas) yang menampilkan gambaran perkembangan seni ketongan di Kabupaten Banyumas dari masa ke masa,” jelas Asis.

Dalam festival kentongan ini setiap peserta dalam satu group kentongan berjumlah 37-45 pemain, dengan alat musik angklung, bedug bas, bedug celo, eret-eret, tamborin, kentong minimal 20 dan suling. Kemudian ada mayoret, penari yang dibatasi maksimal 9 orang.

Mereka membawa property dan busana berwarna warni dan bermacam-macam. Koreografinya pun samakin atraktif, dipadukan gerak langkah penabuh kentong yang energik membuat penari leluasa mengembangkan bakat seninya. Mereka berdisplay didepan panggung kehormatan yang berada di selatan alun-alun selama 5 menit.

“Untuk kriteria penilaian dalam Festival Kentongan ini, tim juri akan menilai mulai dari penggarapan musikalisasi kentong, kemudian penggarapan vokal, kreativitas, koreografi dan busana,” terang Asis.(red/p)

Berikan Tanggapanmu