BERANTAS NARKOBA : Kapolsek Loa Kulu Iptu Darwis Yusuf saat memperlihatkan barang bukti yang diamankan dari salah satu pelaku.

1News.id, Kutai Kartanegara – Narkoba memang seakan tak pernah habis menyerbu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya. Karena itulah Polres Kukar dan jajarannya tak pernah berhenti memerangi peredaran gelap berbagai jenis Narkoba tersebut. Seperti Polsek Loa Kulu, dalam semalam yakni Sabtu (7/7) malam sampai Minggu (8/7) dinihari, berhasil meringkus 3 pemain Narkoba jenis sabu serta pil koplo merk dobel L (LL).

“Aksi jaringan pengedar Narkoba itu terungkap dari kegiatan operasi Cipkon (Cipta Kondisi) dilaksanakan petugas kami sejak Sabtu (7/7) malam,” ujar Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Loa Kulu Iptu Darwis Yusuf kepada wartawan.

Ya, sekira pukul 21.30 Wita, Sabtu (7/7) malam itu petugas melakukan razia dalam rangka operasi Cipkon di depan Kantor Polsek Loa Kulu. Ketika pemeriksaan surat-surat kelengkapan pengendara di razia itu, petugas melihat seorang pemuda belakangan diketahui bernama Jumri alias Amby (26), gerak-geriknya mencurigakan. Ketika pemuda asal Desa Jantur Kecamatan Muara Muntai, mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam KT 2725 WY.

“Karena mencurigakan, maka anggota langsung menggeledah pemuda itu. Walhasil, ditemukan 5 bungkus plastik jumbo berisi obat keras merk LL, disimpan dalam tas slempang miliknya,” tambah Darwis.

Mau tidak mau, setelah tertangkap basah membawa ribuan butir pil koplo tersebut, Amby diproses secara hukum. Dari penuturan pemuda tersebut, obat koplo itu dibelinya dari seorang kenalan, belakangan disebut bernama Dody Maryana alias Dodo (20), warga Jl Rondong Demang, Tenggarong. Berbekal “nyanyian” Amby, sejumlah tim buru sergap (Buser) Polsek Loa Kulu langsung bergerak.

“Sekira pukul 23.00 Wita, malam itu anggota kami berhasil menangkap Dodo yang dipancing datang ke jalur poros Loa Kulu-Loa Janan. Tepatnya di kawasan Dusun Margasari RT 05 Desa Jembayan, Loa Kulu. Ketika tertangkap, Dodo mengaku menyimpan Narkoba jenis sabu sebanyak 1 poket disembunyikan pada semua tiang rambu lalulintas Dusun Margasari tersebut,” urai Darwis, lagi.

Rupanya belum cukup sampai di situ. Saat diambil keterangannya oleh petugas Polsek Loa Kulu, Dodo menyebut nama rekannya, tak lain Rianto alias Kiwil (23), warga Kelurahan Jahab Kecamatan Tenggarong, ikut terlibat peredaran Narkoba. Tanpa buang waktu, polisi kembali bergerak ke alamat dimaksud. Sekitar pukul 02.00 Wita, petugas Polsek Loa Kulu menemukan Kiwil di Jahab.

“Ketika menghubugi terduga pelaku bernama Kiwil itu, anggota kami berkata akan mengantarkan sabu dari Dodo. Ternyata Kiwil tidak tahu jika yang menghubunginya ketika itu petugas kami,” kata Darwis, lagi.

Begitu polisi menemukan Kiwil asek nongkrong di tepi jalan poros Tenggarong-Kota Bangun, tepatnya Rt 10 Kelurahan Jahab, langsung dilakukan pemeriksaan. Ternyata dalam bagasi di bawah jok motor Honda Scoopy KT 6918 CB dipakai Kiwil malam itu, polisi menemukan sebanyak 6 bungkus jumbo obat LL. Dalam sebuah bungkus jumbo berisi sebanyak 1.000 butir pil koplo merk LL tersebut.

“Setelah menemukan BB (barang bukti) sebanyak 6 bungkus jumbo di motor Kiwil, petugas kami mengembangkan kembali penyelidikannya. Sasaran berikutnya adalah rumah Kiwil. Nah, saat penggeledahan dalam kamar di rumah Kiwil di Jahab, ditemukan lagi sebanyak 314 butir obat LL. Maka kini (kemarin siang, Red) ketiga pelaku sudah ditahan sebagai tersangka kasus Narkoba,” ujar Kapolsek Loa Kulu.

Sementara itu, Amby, Dodo serta Kiwil mengaku terpaksa berbisnis Narkoba lantaran terdesat kebutuhan ekonomi. Ketiganya menyebut tak memiliki pekerjaan tetap sehingga memilih mencari duit dengan cara terlarang, yakni mengedarkan Narkoba.

“Saya sangat menyesal,” ucap Kiwil.(*bay)