GAGAL EDAR : Kasat Reskoba Polres Kukar Iptu Romi saat memperlihatkan barang bukti yang diamankan dari Jay. (bay/1news.id)

1News.id, Kutai Kartanegara – Apes bagi M Jaelani alias Jay (37) warga Sungai Dama, Samarinda. Dia ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) lantaran kedapatan membawa Narkoba jenis sabu saat melintas di Jalan Poros Samarinda – Sebulu, tepatnya di pinggir jalan L3 Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang, Rabu (4/7) lalu.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kasat Reskoba Iptu Romi menerangkan, penangkapan bermula adanya informasi dari masyarakat bahwa terdapat dua orang pria tampak mencurigakan. Dua pria tersebut mengarah ke Desa Bangun Rejo dari Samarinda mengendarai sepeda motor Kawasaki KT 2335 W.

“ Hampir 12 jam kami mengintai di pinggir jalan. Sampai akhirnya, sekitar pukul 23.00 Wita sepeda motor yang dimaksud melintas,” kata Romi kepada awak media beberapa waktu lalu.

Karuan saja, petugas langsung bergegas mencegat dua pria itu. Awalnya saat ditanya apakah membawa sabu, Jay tidak mengaku, malah menantang untuk melakukan penggeledahan.

“ Awalnya pelaku tidak mau mengaku. Tapi setelah kita geledah, kami menemukan bungkusan kertas putih di dalam celana dalamnya yang berisikan 7 poket sabu seberat 33,73 gram senilai Rp 67 juta lebih,” ucap Romi.

Setelah berhasil diamankan, petugas lalu membawa Jay bersama Arif, temannya yang membonceng ke Mako Polres Kukar untuk dimintai keterangan.

“ Dalam kasus ini pelakunya hanya satu saja, yakni Jay. Sementara temannya bernama Arif hanya kita jadikan saksi,” jelas Kasat, lagi.

Jay sendiri, lanjut Romi, merupakan seorang kurir. Dia mendapatkan upah sebesar Rp 500 ribu untuk mengantarkan pesanan tersebut.

“ Pengakuannya baru dua kali dia mengantarkan sabu kepada pemesan,” tuturnya.

Dilihat dari motif cara menyembunyikan sabu yang dibawah, beber Romi, sama seperti pelaku sebelumnya yang pernah ditangkap menyembunyikan barang di antara belahan pantat.

“ Sepertinya mereka ini satu jaringan, karena modusnya sama. Bisa saja bos nya juga sama dan akan kita kembangkan lebih lanjut dilapangan,” terangnya. (bay)