TUTUP SEMENTARA : Kadishut Kaltim Ir H Wahyu Widhi Heranata saat berada di RM Tahu Sumedang, Minggu (1/7) pagi ketika penutupan sementara usaha yang berada di Kawasan Konservasi Bukit Soeharto, Samboja, Kukar ini (bayu/1news.id)

Sub) Sembari Menunggu Surat Ijin Dari Pusat

1News.id, Kutai Kartanegara – Rumah Makan (RM) Tahu Sumedang yang berlokasi di KM 48 Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (1/7) hari ini resmi di tutup sementara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kaltim, Ir H Wahyu Widhi Heranata saat berada di RM Tahu Sumedang, Minggu pagi.

“ Sesuai arahan Bapak Gubernur Kaltim, Rumah Makan Tahu Sumedang kita tutup sementara terhitung sejak 1 Juli 2018 sembari menunggu surat ijin yang sedang di urus di pusat. Bahkan saya sangat berterimakasih kepada pemilik rumah makan ini karena mau menutup sendiri usahanya, dan kalau sudah ada surat ijinnya, maka silahkan beroperasi kembali,” kata Wahyu kepada wartawan.

Meski dilakukan penutupan sementara ini, tegas Wahyu, pihaknya tidak akan melakukan pembongkaran bangunan RM Tahu Sumedang dan seluruh bangunan yang berusaha di lokasi Bukit Soeharto.

“ Tidak kita bongkar. Saya tidak akan membongkar, termasuk rumah-rumah yang berada di sini tidak akan saya bongkar. Intinya semua ini diatur oleh pemerintah, jadi tidak semena-mena lagi,” ungkap Wahyu, lagi.

Hal senada juga disampaikan Kepala UPTD Bukit Soeharto Rusmadi. Pihaknya tidak akan melakukan pembongkaran, baik RM Tahu Sumedang dan juga warung panjang serta rumah warga yang berada di Kawasan Bukit Soeharto.

“ Ya tidak akan kita bongkarlah, kan nanti ini milik kita (Pemprov Kaltim,Red.). Apabila nanti pemilik rumah makan ini (Tahu Sumedang,Red.) sudah berhenti usaha disini, ya kita ambil alih, karena tempat usaha ini masuk dalam kawasan konservasi. Tapi kalau mereka masih usaha ya silahkan saja, asal ada ijinnya,” jelas Rusmadi.

Apabila dalam waktu 15 hari surat ijin belum keluar, lanjut Rusmadi, maka dipastikan pusat setuju dan usaha ini bisa beroperasi kembali. Mengenai ijin tersebut, pihak RM Tahu Sumedang dan seluruh pemilik warung di lokasi Bukit Soeharto wajib melakukan perpanjangan ijin setiap 2 tahun sekali.

“ Kenapa 2 tahun sekali? Ya karena bisa saja tidak bisa diperpanjang oleh pemiliknya dan bisa juga lihat sikon. Takutnya saja nanti pada saat jalan tol sudah jadi, apakah semua orang bakal lewat sini? Kan orang pasti mau lewat jalan yang enak,” ucapnya.

“ Makanya kami bantu kemarin menguruskan kembali yang di Rest Areal, tapi itu kewenangan Jasa Marga, bukan kita. Tapi pemilik rumah makan ini kita bantu untuk mengurus itu,” tambah Rusmadi.

Sementara Nanang Sumantri, Pengelola RM Tahu Sumedang menjelaskan, penutupan ini dilakukan sendiri sesuai permintaan Dishut Kaltim. Bahkan dirinya akan segera mengurus ijin di pusat dan melengkapi persyaratan yang diminta.

“ Rumah makan ini kita tutup sendiri dan rencana senin kita akan urus ke pusat dan melengkapi persyaratan yang kurang. Semoga saja dalam waktu cepat rumah makan kami bisa beroperasi lagi,” kata Nanang.

Sekedar diketahui, penutupan ditandai dengan memasang spanduk tutup sementara dan diberi tanda pembatas agar tidak ada kendaraan yang masuk ke areal RM Tahu Sumedang. Dalam penutupan itu disaksikan oleh Kapolsek Samboja Iptu Reza Pratama Yusuf dan Danramil Samboja Kapten Inf Makruf serta pengelola dan juru parkir (Jukir) Tahu Sumedang. (bay)