HARIBHAYANGKARA : Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar bersama pelatih Pocil dari Satlantas Kukar Brigadir Ari dan seorang anggota Pocil saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di Studio TVRI Kaltim, Sabtu (30/6) sore. (photo : HMS Satlantas Polres Kukar)

Sub) Hari Bhayangkara ke 72, Kapolres Dialog Interaktif di TVRI

TENGGARONG, SwaraKaltim – Membangun pribadi yang disiplin pada anak-anak tidaklah mudah. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar saat menghadiri siaran dialog interaktif di Studio 1 TVRI Kalimantan Timur (Kaltim) dalam program ‘ PUBLIKA ‘ Sabtu (30/6) sore kemarin dengan tema “ Menumbuhkan Rasa Disiplin dan Tanggung Jawab Melalui Polisi Cilik “.

“ Karena tidak mudah, orang tua perlu cara tersendiri agar anak-anak bisa memahami disiplin dan menerapkannya dikehidupan sehari-hari,” kata Anwar dalam dialog interaktif secara live di TVRI tersebut.

Namun, Kepolisian Resor Kukar memiliki program khusus untuk menciptakan hal tersebut yakni Polisi Cilik (Pocil).

“ Tujuan dari pembentukan Pocil ini adalah membentuk pribadi yang kuat, disiplin, mandiri dan baik yang perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, mengingat mereka adalah generasi penerus bangsa,” jelas Anwar.

Manfaat dari pembentukan Pocil sendiri, lanjut Kapolres, minimal anak-anak bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

“ Artinya anak-anak bisa lebih waspada dan bisa menjaga dirinya sendiri ketika turun ke lingkungan sekolah atau lingkungan di luar rumahnya,” tambahnya.

Program ini, urai Anwar, sejalan dengan UURI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pasal 14 ayat 1 (c) yang berbunyi “ Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi  masyarakat, kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan ”.

“ Polri membentuk Pocil dengan harapan meningkatkan partisipasi dan kesadaran serta ketaatan terhadap hukum sejak dini,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mempunyai program “ Promoter ” yaitu Profesional, Modern dan Terpercaya. Sejalan dengan program tersebut, maka telah dirumuskan program optimalisasi aksi polri yang terdiri dari 11 Program, salah satunya adalah pembentukan Pocil.

Program ke 7 dari 11 itu yakni membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas. Salah satu poin dari program ke 7 itu adalah membangun daya cegah dan daya tangkal terhadap kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti pancasila.

“ Oleh karena itulah akhirnya terbentuk Pocil sebagai upaya Polri guna menanamkan pribadi yang lebih baik sejak dini,” urai Anwar.

Untuk diketahui, Pocil Mahakam binaan Polres Kukar dibentuk dari tahun 2012 dan perdana tampil dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Halaman Kantor Bupati Kukar. Anggota Pocil hingga sekarang telah terdiri dari 3 angkatan.

Angkatan pertama tahun 2012 sebanyak 1 peleton dengan jumlah anggota sebanyak 24 anak yang berasal dari SDN 002 Tenggarong, SDN 001 Tenggarong, SDN 018 Tenggarong, SDN 003 Tenggarong, SD IT Nurul Ilmi dan SD Muhamadiyah. Kemudian angkatan kedua tahun 2014 sebanyak 2 peleton dengan jumlah anggota 24 anak dari SDIT Nurul Ilmi dan 16 anak dari SDN 028 Tenggarong. Sedangkan untuk angkatan ketiga tahun 2016 sebanyak 2 peleton terdiri 16 anak dari SDN 028 dan 16 anak dari SD Muhammadiyah.

Semenjak terbentuk, Pocil binaan Polres Kukar sudah banyak meraih prestasi, salah satunya juara 1 dan 2 variasi formasi terbaik serta juara umum LKBB (Lomba Ketangkasan Baris Berbaris) tingkat Provinsi di SMA 5 Samarinda. Bahkan Pocil Polres Kukar juga sering tampil dalam acara-acara besar seperti HUT Kaltim ke 56 di Samarinda, Hari Bhayangkara di Polda Kaltim dan Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Kukar setiap tahunnya. (*bio)