Photo : Ilustrasi

1News.id, Kutai Kartanegara – Maraknya peredaran Narkoba yang belakangan ini meresahkan warga Desa Bakungan Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya di Dusun Ulaq Nanga, membuat aparat Kepolisian Sektor Loa Janan bertindak cepat. Pasalnya, petugas mendapatkan laporan dari masyarakat ada seorang pemuda yang di duga mengedarkan sekaligus memakai Narkoba di Dusun tersebut.

Tanpa menunggu lama, Unit Reskrim Polsek Loa Janan langsung melakukan penyelidikan dilapangan, Kamis (12/7) siang. Hasilnya diketahui seorang pemuda berinisial Wh (23) yang tinggal di RT 17 Dusun Ulaq Nanga Desa Bakungan, sebagai terduga bermain sabu.

“ Setelah anggota mengetahui dimana pelaku tinggal, anggota langsung mendatangi rumahnya dan melakukan penggerebekan,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari kepada harian ini, Jumat (13/7) pagi.

Tepat pukul 14.00 wita, sejumlah anggota Reskrim Polsek Loa Janan menggerebek kediaman Wh di Bakungan. Tapi ketika digeledah, polisi tidak menemukan barang bukti berupa sabu atau narkoba jenis lainnya di TKP. Namun ketika Wh menjalani tes urin barulah terungkap jika pemuda itu positiv sebagai pemakai sabu.

“ Hasilnya positiv sewaktu pelaku tes urine. Bahkan pelaku juga mengakui kalau belakangan ini dia memakai sabu,” terang Djauhari, biasa disapa.

Wh lalu dibawa ke Mako Polsek Loa Janan guna proses hukum. Sebagai pemakai Narkoba, maka Wh harus menjalani rehabilitasi di BNN Provinsi Kaltim. Selanjutnya polisi mendatangkan orangtua Wh untuk berkoordinasi dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kukar.

“Kami dari kepolisian sadar, kalau Loa Janan sebagai salah satu pintu masuk ke Kukar yang berbatasan langsung dengan Samarinda. Tentunya Loa Janan merupakan sasaran para pelaku peredaran gelap berbagai jenis Narkoba,” jelas Djauhari.

” Makanya Polsek Loa Janan tak pernah berhenti memerangi peredaran Narkoba. Tidak hanya bandar dan pengedarnya, para pemakai Narkoba pun tetap ditangkap jika terlibat kegiatan terlarang itu. Tak pandang bulu, semua ‘disikat’ tuntas,” tegas Djauhari. (Bay)