Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun menyematkan tanda pita pada tiga perwakilan Operasi Ketupat Candi 2018 di Jalan Jendral Sudirman Depan Alun Alun Purwokerta.(*)

1News.id, Purwokerto – Gelar operasi Ketupat Candi (OKC) 2018 Polres Banyumas Rabu pagi tadi (6/6/18) di gelar di Jalan Sudirman tepatnya depan Alun alun Purwokerto.Hadir dalam gelar tersebut Forkopimda Banyumas dan jajaran lainnya.

Upacara Gelar pasukan OKC tersebut sebelumnya bernama Operasi Radmania namun atas Instruksi Presiden Jokowi nama tersebut kembali ke Operasi Ketupat Candi.

Menurut Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun bahwa Operasi Ketupat Candi 2018 dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 7 Juni hingga 25 Juni 2018.

Kapolres juga menyampaikan pengalaman 2017 yang terjadi penumpukan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

” Upaya ini telah di persiapkan pencegahan dan solusi supaya tidak terjadi kemacetan, dan Polres Banyumas juga telah mengantisipasi hal ini dengan menempatkan dan pebambahan Pos pengamanan berdasarkan atas pertimbangan daerah rawan kecelakaan, rawan macet dan rawan kejahatan, Seperti di Ajibarang, Sokaraja, Wangon dan Lumbir. “Ungkapnya.

Ditambahkan, Ada 4 Potensi yang menjadi perhatian operasi ketupat candi 2018 ini yakni Persoalan kstabilan harga kebutuhan pokok, Kelancaran arus mudik dan balik, Potensi bencana alam, dan ancaman kriminalitas seperti teror, hipnotis dan curanmor. “Untuk itu masyarakat diharapkan juga mewaspadai potensi ini, dan beberapa pos juga di pasang CCTV. “Jelasnya.

Sementara itu dari pihak pemerintah daerah Banyumas, Plh Bupati Wahyu Budi Saptono, ketika di tanya tentang operasi pasar menyatakan belum di rasa perlu.

” Untuk 4 bulan kedepan stok kebutuhan pokok masih aman, namun operasi pasar akan kami pertimbangkan, ” Pungkas Wahyu.(*)