Bawang Import Dari China

1News.id, Cilacap – Jajaran Tim Satgas Pangan Polres Cilacap berhasil mengungkap upaya penimbunan 8 ton bawang putih impor.

Penimbun bawang putih yang digelapkan merupakan pelaku baru, yakni empat orang yang berperan sebagai penimbun, satu diantaranya sebagai penadah.

Ke-8 ton bawang putih tersebut kini diamankan Polres Cilacap.

“Kami mengamankan 8 ton bawang putih yang digelapkan oleh empat pelaku, satu orang di antaranya penadah,” kata Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto, Senin (11/6), di halaman Mapolres Cilacap.

Menurutnya, dari kasus ini petugas juga mengamankan empat tersangka, yaitu inisial RIS (23), warga Desa Bajing, Kecamatan Kroya sebagai penadah, serta tiga lainnya masing-masing SON (28), warga Desa Sarwadadi, Kecamatan Kawunganten, EDW (38), warga Desa Alangamba, Kecamatan Binangun, dan SUD (45), warga Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan penimbunan bawang putih di sebuah gudang di Kecamatan Kroya.

“Dari hasil penyelidikan, bawang putih impor dari China itu sengaja ditimbun dan akan dikeluarkan ke pasaran dengan harga tinggi saat terjadi kelangkaan,” jelas Kapores.

Modus yang digunakan pelaku, awalnya mereka menawarkan mobil pengangkut (transporter) kepada para pengusaha bawang putih di Jakarta untuk dikirimkan ke wilayah Jawa Tengah.

Namun, di tengah perjalanan beberapa karung bawang putih itu kemudian diturunkan oleh para pelaku menuju gudang yang sudah disiapkan.

Selanjutnya, bawang putih tersebut juga dibawa ke rumah tersangka RIS di Desa Bajing Wetan, Kecamatan Kroya, untuk ditimbun.

Bawang tersebut akan dijual dengan harga di atas standar pasar ketika terjadi kelangkaan komoditas itu menjelang Lebaran 2018.

Nilai total dari 8 ton bawang putih impor itu berkisar Rp 150 juta.

Ketiga tersangka itu dikenakan Pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan, sedangkan satu tersangka sebagai penadah dikenakan Pasal 480 KUHP tentang penadah dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (*red)