LEBARAN DIPENJARA : Kanit Reskrim Polsek Kota Bangun Ipda Heri Kuswandi (Pertama dari Kiri) saat mengamankan Mayar dan Yunani di Mako Polsek Kota Bangun, Senin (4/6/) kemarin. Akibat menjual sabu, keduanya terpaksa berlebaran di dalam penjara. (Photo : HMS PolsekKotaBangun)

Sub) Beli di Samarinda, Dijual ke Karyawan Kapal Tugboat

1News.id, KutaiKartanegara – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Kota Bangun berhasil menangkap dua pelaku Narkoba, Senin (4/6) kemarin sekitar pukul 01.30 wita di Desa Liang Ilir, RT 5, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka bernama Mayar (49) dan Yunani (38), keduanya warga Kecamatan Kota Bangun.

“ Dari tangan kedua pelaku, kami mengamankan sebanyak 7 poket sabu dengan berat 5,85 gram bruto,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Kota Bangun AKP Subari, melalui Kanit Reskrim Ipda Heri Kuswandi kepada harian ini, Selasa (5/6) siang.

Penangkapan ini berawal adanya informasi dari masyatakat bahwa di Desa Liang Ilir, tepatnya di RT 5 sering terjadi transaksi Narkoba. Dari informasi itu, Kanit Reskrim bersama anggota langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Hasilnya diketahui bahwa pengedar yang sering beraksi di Desa Liang Ilir bernama Mayar.

“ Pelaku ternyata seorang Motoris kapal penumpang dan barang di KM Gemini Star. Bahkan saat kami tangkap, pelaku sedang berada di atas kapal tersebut,” jelas Subari.

Ketika dilakukan penggeledahan, lanjut Subari, Kanit dan anggota menemukan sebanyak 7 poket sabu siap edar di kantong celana sebelah kanan. Mayar pun tak bisa mengelak dan langsung dibawa ke Mako Polsek Kota Bangun guna pengembangan lebih lanjut.

“ Waktu kita mintai keterangan, Mayar mengungkapkan kalau selama mengedarkan sabu, dia dibantu oleh anak buah kapal (ABK) bernama Yunani. Kemudian, anggota kembali ke kapal dan menangkap Yunani,” urai Kapolsek,lagi.

Selain sabu sebanyak 7 poket, barang bukti lainnya yang diamankan dari Mayar dan Yunani yakni 1 unit handphone, 1 sendok takar, 1 buah sedotan plastik warna putih, 1 buah pipet kaca bening, uang tunai Rp 2,1 juta.

“ Jadi, pelaku (Mayar,Red) sudah satu bulan jadi target operasi (TO) kami. Dia membeli barang tersebut dari seorang pengedar di Samarinda. Selama ini, pelaku sudah dua kali membeli barang langsung ke Samarinda dan bertemu di Jalan Gelatik,” jelas Subari.

Setiap pembelian di Samarinda, Mayar selalu mengambil sebanyak 5 gram dengan harga Rp 3 juta. Kemudian oleh Mayar, sabu itu dipecah menjadi 7 poket dan dijual dengan harga Rp 750 ribu per poketnya. Sementara Yunani bertugas membantu Mayar menjual barang haram itu kepada pembeli. Rata-rata kata Mayar, sabu itu dijualnya kepada karyawan kapal tugboat yang menarik tongkang batubara.

“ Saat ini kedua pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 114 ayat 1 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancamam maksimal 20 tahun penjara,” kata Subari. (Bay)

Komentar

komentar