1News.id, Kutai Kartanegara – Mungkin ini bisa jadi pelajaran bagi seluruh orang tua dimana saja. Jangan sekali-kali meninggalkan anak kecil bermain banjir sendirian tanpa pengawasan orang dewasa. Seperti halnya yang menimpa Oktavianus Jonathan Ngaba, seorang balita berusia 1,7 tahun yang tinggal bersama orang tuanya di Gang Sukun, RT 24, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (7/6) sore sekitar pukul 18.30 Wita dilaporkan hilang terseret banjir. Tapi setelah dilakukan pencarian hingga malam hari, Jonathan ditemukan tak bernyawa tergeletak di dalam parit sekitar pukul 23.30 Wita.

“ Korban kita temukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam parit, tepat dibawah warung nasi goreng di seberang jalan sekitar 200 meter dari lokasi awal korban hilang,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari kepada wartawan di lokasi kejadian.

Djauhari menerangkan, diduga kuat Jonathan meninggal akibat terseret arus air saat banjir kiriman dating dari Gunung Loa Duri. Dan saat kejadian, Jonathan sedang bermain banjir sendirian, sementara ibunya sedang mengantarkan pesanan kupasan bawang merah di rumah keluarganya.

“ Jadi sebelum korban hilang dan ditemukan meninggal. Korban sempat ditinggalkan ibunya di teras rumah keluarganya tak jauh dari tempat ibunya mengantarkan kupasan bawang. Tapi sepulang mengantar bawang itu, ibunya yang bernama Mahdalena tak menemukan anaknya tersebut. Bahkan keluarganya juga tak melihat keberadaan korban,” urai Djauhari.

Karuan saja, Mahdalena langsung panik dan berusaha mencari keberadaan buah hatinya. Namun tak kunjung ketemu, kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Loa Janan.

“ Begitu ada laporan, saya bersama Wakapolsek saya Ipda Widadi beserta anggota langsung mendatangi lokasi kejadian. Bersama warga setempat, relawan dan anggota dari Polres Kukar, kami melakukan pencarian dengan menyisiri aliran air di pemukiman tersebut,” terangnya. Bahkan saat pencarian berlangsung, Kapolsek juga ikut terjun ke semak-semak dan menyusuri aliran air hingga ke sudut-sudut rumah penduduk.

Kemudian, lanjut Djauhari, dari keterangan warga di Gang Sukun, Desa Loa Duri Ilir tersebut, banjir terjadi setelah hujan deras selama 2 jam tadi sore, atau sekitar pukul 16.00 Wita. Hujan tersebut mengakibatkan adanya banjir bandang di Gang Sukun dengan ketinggian air mencapai 1 Meter.

“ Memang banjir cepat pula surut. Hanya saja ketika itu arus air cukup deras, Diduga korban terseret banjir ketika bermain tanpa sepengatuhan orangtua atau warga sekitar,” ujarnya.

Pantauan dilokasi, sebelum jasad balita itu ditemukan, polisi bersama relawan dan warga terus berusaha melakukan pencarian hingga ke bawah kolong rumah, semak belukar dan parit-parit di sekitaran rumah warga. Hanya dibantu dengan penerangan senter dan lampu dari genset, pencarian dilakukan dengan teliti hingga tengkurap dibawah kolong rumah.

Berkat kesabaran dan kegigihan polisi, relawan dan masyarakat. Jasad Jonathan berhasil ditemukan meski sudah tak bernyawa. Kemudian jasadnya di evakuasi dan dibawa ke rumah duka. Sontak isak tangis dari kedua orang tua dan keluarga memecahkan suasana malam itu. Pasangan suami istri (Pasutri) Ferik dan Mahdalena tak menyangka Jonathan telah pergi lebih dulu meninggalkan mereka. (bay)