SISWA DAPAT NILAI 100 MATEMATIKA

Siswi siswi yang dapat nilai 100 mapel matematika. (foto:kiriman estanyo)

1News.id, Cilacap – Setelah merampungkan ujian nasional (UN) pada April 2018 lalu, 97 siswa-siswi SMP Pius Cilacap menggelar sujud syukur bersama atas jerih payah mereka telah menyelesaikan UN.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (24/5) sore di halaman sekolah.

Sujud syukur bersama merupakan ungkapan rasa terimakasih kepada Tuhan yang telah menyertai-Nya dalam menempuh UN.

Selain siswa, para guru mata pelajaran ikut serta dalam kegiatan itu sebagai wujud kebersamaan dalam perjuangan mengalahkan kegagalan. Meski sejatinya orang yang sukses itu pasti pernah gagal.

Kepala SMP Pius Cilacap Budi Setiawan mengatakan, ini sesuatu yang berbeda untuk tahun ini karena pengumuman nilai hasil UN tidak berbarengan dengan pengumuman kelulusan.

“Tampaknya pemerintah sudah membuka diri dan tahun kemarin masih dijadikan satu antara hasil UN dan pengumuman kelulusan. Karena yang menentukan kelulusan itu tidak hanya nilai ujian nasional saja,” ucapnya.

Untuk itu, sambung Wawan – panggilan akrab Budi Setiawan – pihaknya menangkap kesempatan ini sebagai rasa syukur bahwa anak-anak bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Diharapkan ke depan semakin menaik, prestasi anak-anak semakin menaik dan guru akan berjuang untuk itu, serta anak-anak makin tahun semakin dewasa dalam menerima hasil akhir yang dia capai tiap tahun.

Ditambahkan juga, kegiatan ini untuk memacu prestasi siswa agar selalu menjadi yang paling tinggi.

“Ini tak lepas dari perjuangan dan kerja keras para guru. Dengan cara apapun, saya hargai perjuangan mereka dalam membentuk anak-anak menjadi yang paling tinggi,” tuturnya.

Menurut Wawan, itu akan tercapai jika awalnya sudah baik.

“Jika awalnya baik dan akhirnya juga baik saya tidak kaget. Tetapi jika awalnya tidak baik tapi akhirnya baik itu sangat luar biasa,” tandasnya.

Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Pius Cilacap Thomas Sutasman menegaskan ada korelasi antara nilai kejujuran yang ditanamkan dengan hasil yang dicapai siswa.

Salah satu siswa yang mendapatkan nilai terbaik yakni Aurelia Blangka Ngantung mengatakan dia senang menjadi yang terbaik dengan nilai 98,5.

“Ya resepnya ikuti kata-kata guru aja,” ucapnya.

Aurel yang berniat masuk SMAN 1 Cilacap ini hanya membutuhkan waktu dua jam di malam hari untuk belajar ini ternyata tidak pernah mengikuti les tambahan dan hanya belajar di sekolah.

Kegiatan ini diawali dengan nyanyian yang dilakukan oleh guru, dilanjutkan dengan renungan serta diakhiri sujud syukur dan doa.

Yang menarik, dalam kegiatan ini para guru yang menyerahkan sendiri hasil nilai UN harus mencari murid-muridnya yang sudah bercampur dalam barisan membentuk huruf U.

Mereka tampak bolak-balik mencari muridnya.

(Sumber :estanto)