HASIL CURIAN : Rudianto dan Macca, Pasutri yang Diciduk Tim Alligator Polres Kukar karena melakukan pencurian di Tenggarong saat diamankan di Mapolres Kukar beserta barang buktinya, Kamis (24/5). (Photo : HumasPolresKukar)

Sub) Jaringan Antar Provinsi, Hasil Curian Untuk Nyabu

1News.id, KutaiKartanegara – Kamis (24/5) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita menjadi hari naas bagi pasangan suami istri (Pasutri) bernama Rudianto (31) dan Macca (16) warga pendatang asal Sulawesi. Keduanya diciduk Tim Alligator Polres Kutai Kartanegara (Kukar) karena melakukan pencurian di sejumlah rumah di Kecamatan Tenggarong, Kukar.

“ Mereka sudah beraksi di Tenggarong selama 2 bulan dan berhasil melakukan pencurian di lima rumah warga,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada harian ini, Sabtu (26/5).

Penangkapan pasutri ini terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sultan Alimudin, Gang Rukun, RT 20, Kelurahan Melayu, Tenggarong. Saat ditangkap, mereka sedang mengkonsumsi Narkoba jenis sabu.

“ Waktu Tim Alligator menciduk mereka di kontrakan, mereka sedang pakai sabu. Jadi sewaktu di bawa ke Kantor Polres Kukar, mereka masih susah untuk dimintai keterangan karena dalam pengaruh Narkoba,” terang Kasat.

Usai mengamankan kedua pelaku, Tim Alligator yang dipimpin Ipda Aksarudin Adam langsung melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan sejumlah barang bukti. Terdiri dari uang tunai Rp 699.000, 11 unit Handphone (Hp), 1 Tab, 1 unit Kamera Nikon Coolpix, 5 buah jam tangan berbagai merek, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam KT 6673 UU yang digunakan untuk mencuri, 1 linggis dan 1 obeng minus.

“ Nah, karena waktu kami tangkap mereka sedang pakai Narkoba. Kami juga mengamankan 1 poket sabu, 2 korek gas, 1 buah bong dan 1 buah pipet berisikan sabu. Barang haram itu mereka belikan dari uang hasil penjualan 1 unit Handphone curian,” urainya.Kemudian, tutur Damus, aksi pencurian yang dilakukan pasutri ini selalu dilakukan saat pemilik rumah sedang sholat tawarih di bulan Ramadhan. Ketika rumah sudah dalam kondisi kosong, barulah mereka beraksi.

“ Mereka mencongkel rumah lewat pintu depan atau belakang. Tugas suaminya mencuri di dalam, sementara istrinya menunggu sambil mengawasi diluar,” kata Damus.

Saat ini, tambahnya, pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus pencurian ini. Dari hasil pemeriksaan, pasutri ini merupakan residivis di Sulawesi dengan kasus yang sama.

“ Mereka ini jaringan antar Provinsi dan mereka pernah di penjara di Sulawesi,” tegas Damus, lagi. (Bay)