AKHIRNYA : Setelah sekian kali ingin ditangkap petugas Polsek Muara Jawa, Amat yang terkenal ‘ licin’ sebagai pengedar Narkoba berhasil ditangkap di rumahnya, Selasa (1/5) kemarin. (bayu/1News.id)

 

Sub) Terkenal ‘ Licin ’ Saat Ditangkap, Akhirnya Menyusul Sang Anak

 

1News.id, KutaiKartanegara – Selasa (1/5) kemarin menjadi hari yang naas bagi Muhammad alias Amat (45) warga Jalan Kabaena, Rt 001, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar). Akibat berdagang usaha sabu, Amat di ciduk Unit Reskrim Polsek Muara Jawa sekitar pukul 10.30 Wita.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Muara Jawa AKP Triyanto mengatakan, dari tangan Amat pihaknya mengamankan barang bukti berupa Narkoba jenis sabu sebanyak 27 poket.

“ Sewaktu anggota timbang, beratnya mencapai 8,2 gram dan sudah dikemas dalam plastik kecil. Sabu itu disimpan pelaku dalam sebuah dompet yang diletakkan di dapur rumahnya,” jelas Triyanto kepada harian ini.

Melakukan penangkapan terhadap Amat terbilang ‘ licin ‘. Pasalnya setiap petugas ingin menangkapnya, Amat sering kali melarikan diri. Tapi, berkat kegigihan petugas, pria yang kesehariannya bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) pandu sebuah perusahaan batu bara tersebut tak dapat berkutik saat rumahnya sudah dikepung.

“ Pelaku sudah lama jadi TO (target operasional) anggota, karena mengedarkan Narkoba. Bahkan usaha pelaku juga membuat resah warga,” kata Triyanto, lagi.

Namun, tambah Kapolsek, Amat sempat membantah dirinya menjual barang haram tersebut saat rumahnya digerebek petugas. Tapi setelah dilakukan penggeledahan dan petugas berhasil menemukan sabu di dapur rumahnya, Amat tak bisa membantah lagi.

“ Awalnya pelaku tak mau mengaku, jadi anggota menggeledah rumah pelaku dan menemukan sebuah dompet berisi sebanyak 27 poket sabu siap edar di dapurnya. Sabu itu diakui Amat sebagai miliknya, dibeli dari seorang kenalan di Samarinda,” tutur Triyanto.

Setelah kedapatan memiliki sabu, Amat pasrah digelandang petugas ke Kantor Polsek Muara Jawa, untuk diproses secara hukum. Dalam kasus ini, Amat diduga melanggar Pasal 114 Ayat 2 Junto (Jo) Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana kurungan diatas 5 tahun.

“Sebelumnya, petugas kami juga menangkap seorang anak pelaku karena terlibat kasus sama, yakni Narkoba. Jadi nanti Amat bakal bertemu anaknya di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Tenggarong,” beber Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan, Amat mengaku biasa membeli sabu di Samarinda. Pengambilan barang itu dilakukan nyaris setiap pekan, sebanyak 5-10 Gram kemudian dikemas lagi dalam poketan kecil. Diecerkan dari harga Rp 200 ribu untuk paket hemat, kemasan berisi 0,5 Gram sabu dijual Rp 700 ribu dan poketan berisi 1 Gram sabu harganya Rp 1,4 juta.

“Saya hanya menjual kepada orang sudah kenal dekat, jadi kalangannya terbatas. Mereka rata-rata pekerja tambang, bukan anak remaja atau masih sekolah,” akunya. (bay)