INCARREMAJA :  Supri (ketiga dari kanan) diciduk petugas Polsek Loa Janan, setelah kedapatan mengedar obat terlarang merk dobel L (LL) pada Minggu (29/4) malam. Supri mengakui kalau Narkoba itu di jualnya kepada para pelajar dan remaja usia sekolah. (Bayu/1News.id)

Sub) Dijual Rp 10 Ribu per Paket, Incar Anak Sekolah

1News.id, KutaiKartanegara –  Peredaran Narkoba dan obat-obatan terlarang semakin gencar dilakukan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sehingga itu membuat petugas di jajaran Polres Kukar semakin giat memberangus para pelaku Narkoba tersebut. Seperti halnya yang dilakukan Polsek Loa Janan, Minggu (29/4) malam, sekira pukul 21.30 Wita, meringkus Supriadi alias Supri (34), warga Desa Loa Duri Ilir Kecamatan Loa Janan, lantaran mengedarkan pil koplo merk dobel L (LL).
Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari menerangkan, dari tangan Supri tersebut, pihaknya menyita barang bukti sebanyak 2.192 butir obat LL.
“ Dia (Supri,Red.) mengedarkan obat keras itu dengan sasaran para pelajar dan remaja usia sekolah. Makanya kami sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Betapa generasi penerus pembangunan bangsa dirusak dengan Narkoba serta obat-obatan terlarang seperti itu. Apalagi Supri mengecerkan pil koplo tersebut seharga Rp 10 ribu per bungkus, berisi 4 butir,” ucap Djauhari kepada harian ini.
Padahal, ungkap Djauhari, upaya polisi menekan peredaran gelap Narkoba terbilang maksimal. Karena belakangan ini nyaris setiap hari, ada saja pelaku pengedar Narkoba maupun pemakainya, dibekuk petugas Polres Kukar maupun Polsek-Polsek di jajarannya.
Apalagi lanjutnya, ancaman pidana bagi para pelaku Narkoba, terbilang berat. Namun mengapa, masih saja banyak pengedar lainnya berkeliaran memperdagangkan barang haram tersebut, salah satunya Supri.
“ Pelaku ini kami jerat dengan Pasal 197 Junto Pasal 136 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Itu ancamannya berupa pidana penjara sampai 5 tahun,” terang Djauhari, lagi.
Djauhari melanjutkan, penangkapan ini bermula adanya informasi dari warga, kalau marak beredar pil koplo di Desa Loa Duri Ulu, maka Paris Pardede selaku Kanit Intelkam Polsek Loa Janan bersama 3 polisi, melakukan penyelidikan ke lapangan. Hasilnya diperoleh keterangan dari anggota geng Pasukan Tumbur Buta (PTB) yang anggotanya kalangan remaja usia sekolah, mereka sering membeli obat LL dari Supri.
“ Para anggota geng PTB itu juga mengaku tak hanya menengak pil koplo, juga sering pesta Gaduk, minuman oplosan alkohol dengan serbuk minuman berenergi,” beber Djauhari.
Begitu mengetahui identitas Supri selaku pengedar pil koplo, petugas Polsek Loa Janan langsung menggerebek rumah tersangka. Lantaran kedatangan polisi sangat mendadak, Supri tak bisa berbuat apa-apa. Pria berperawakan sedang itu hanya pasrah ketika petugas menemukan 2 bungkusan besar pil koplo, masing-masing berisi 1.000 butir.
“ Selain itu juga ditemukan sebanyak 192 biji obat LL dalam kemasan kecil, menurut pelaku diedarkannya seharga Rp 10 ribu,” tambah Kapolsek.
Kini Supri harus mendekam di tahanan Polsek Loa Janan. Dia mengaku nekat berbisnis pil koplo lantaran tergiur keuntungan cukup besar. Kepada polisi, Supri mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari seorang kenalannya di Samarinda.
“Biasanya para pembeli adalah anak-anak remaja usia sekolah. Saya jual Rp 10 ribu untuk 4 butir,” jelas Supri. (Bay)