RESPONCEPAT : Tampak Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari (baju merah) bersama anggota saat berada di Jeti PT SJA, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kukar, Rabu (2/5) sore. (Ist)

Sub) Dilaporkan Perusahaan Ganggu Aktifitas di Jeti PT SJA

1News.id, KutaiKartanegara – Rabu (2/5) sore sekitar pukul 16.30 Wita, situasi di Jeti PT SJA, RT 01, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendadak heboh. Sejumlah anggota LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dari GRAPESDA (Gerakan Penyelamat Sumber Daya Masyarakat) diamankan petugas Polsek Loa Janan.
“ Ada 11 orang yang kita amankan. Mereka kami bawa ke kantor karena dilaporkan mengganggu aktifitas di Jeti PT SJA,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Loa Janan M.D Djauhari, melalui Kanit Reskrim Ipda Edi Hariyanto kepada harian ini.
Semua anggota LSM itu, terang Edi, tidak memperbolehkan kapal Tugboat pengangkut ponton untuk bersandar di Jeti PT SJA. Sehingga, pihak perusahaan melapor ke Polsek Loa Janan akan kejadian itu.
“ Tadi Kapolsek bersama anggota langsung mendatangi lokasi kejadian. Setibanya disana, sejumlah anggota LSM itu diamankan dan dibawa ke kantor Polsek Loa Janan,” kata Edi.
Setibanya di Kantor Polsek Loa Janan, 11 anggota LSM itu diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan.
“ Tidak kita lakukan penahanan, mereka hanya kita berikan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulanginya lagi. Setelah itu langsung kami pulangkan malam harinya,” tutur Kanit, lagi.
Sementara itu, Litbang GRAPESDA Kalimantan Yaqub menjelaskan, pihaknya tidak memperbolehkan kapal tugboat untuk bersandar merupakan bentuk kekecewaan. Pasalnya, proposal yang di ajukan mereka tidak mendapat tanggapan.
“ Awalnya kami hanya mengajukan surat selembar saja kepada mereka (perusahaan kapal tugboat), namun mereka bilang biar lebih resmi, kami diminta membuat permohonan berupa proposal dan diajukan kembali kepada mereka Rabu lalu,” jelas Yaqub.
Isi dari proposal itu, ungkap Yaqub, meminta peluang kerja atau berupa bantuan untuk masyarakat RT 01, Desa Loa Duri Ilir. Dimana, setiap perusahaan pemilik kapal tugboat bisa memberikan bantuan dana sebesar Rp 1,8 juta.
“ Sebagai timbal baliknya, kami akan berjaga di Jeti SJA untuk menjaga kapal dan mencegah adanya pemalak di sungai. Bahkan tidak sebanyak itu juga yang kami harapkan, kalau misalnya perusahaan menawar dan hanya dikasih Rp 500 ribu, ya itu kami terima. Toh uang dari permohonan itu akan kami gunakan untuk bantu Mushola, guru ngaji dan masyarakat di RT 01, baru sisanya untuk yang menjaga kapal di lokasi Jeti,” tegas Yaqub.
Bahkan, tambahnya, proposal yang diajukan itu juga disertai dengan persetujuan RT, Kepala Desa hingga masyarakat di RT 01 Desa Loa Duri Ilir.
“ Tidak sembarangan juga kami meminta tanpa persetujuan semua pihak. Kami melakukan itu untuk masyarakat, bukan untuk pribadi,” terangnya. (Bay)