1News.id, Jakarta -Irjen Setyo Wasisto.
Kadiv humas polri dalam jumpa pers Minggu (14/5/18) dijakarta mengungkapkan telah menangkap terduga teroris sebelum terjadi peristiwa bom Surabaya.

penangkapan terduga teroris cianjur, di termin pasir hayam, cianjur pukul 02: 00 wib dan di temukan sejumlah baranf bukti. Mereka berinisial BBM dengan KTP an.BBM, SiM, kertu pelajar, hape, kemudian KTP an. DPM laku SIM, kemudian ktp an.AR, kartu atm Mandiri.

Selain identitas Polisi juga menyita senjata revolver peluru 8 butir.dan mobil brio silver milik 4 terduga nopol F 1614 UZ.

Irjen Setyo menjelaskan kronologisnya bahwa terduga tersebut di ikuti polisi sampai sukabumi. Saat mereka di ketahui sedang di incar petugas,mereka melarikan diri masuk terminal pasar hayam. saat di herhentikan dgn mengacungkan senjata.

“Polisi menembak mati, jenasah di bawa ke rumah sakit kramat jati jakarta.” Ungkapnya.

“Identitas terduga teroros yakni BBM asal kuningan dan mahasiswa tinggal di Jakarta Selatan. Sedang DCM pekerja swasta asal kebumen Jateng, Lalu AR asal pekalongan Jateng, dan HD asal Kotabumi Lampung Utara.” Tambahnya.

“Mereka sebelumnya di curigai latihan semimiliter di sukabumi dgn merencanakan penyerangan ke kantor pokisi jakarta, bandung dan mako brimob, dengan sistem hit and run, dan memakai senjata panah bom.” Jelasnya.

Melakukan jelang ramadhan, petugas melakukan penangkapan lalu pengejaran lanjut dan menangkap atas nama G di sukabumi dan M di cikarang bekasi.

Saat wartawan menanyakan kelanjutan kasus bom surabaya, Irjen Setyo Wasisto tidak menjelaskan. “Petugas antibteror sedang melakukan pengejaran.”Katanya.

Kasus surabaya ,Polri ikut prihatin. “kejadian yang tidak seharusnya terjadi. di sinyalir dari kelompok JAD.”Pungkasnya menutup jumpa pers.(*)

Komentar

komentar