MIRAS OPLOSAN : Tampak empat remaja yang ketangkap akibat pesta miras oplosan saat diamankan di Kantor Polsek Loa Janan, Rabu (2/5) malam sekitar pukul 23.00 Wita. (Bayu/1News.id)

Sub) Dua Berhasil Kabur Saat Disuruh Naik Mobil

1News.id, KutaiKartanegara – Empat remaja dibawah umur ditangkap petugas Polsek Loa Janan, Rabu (2/5) malam sekitar pukul 23.00 Wita di Jalan Gerbang Dayaku, RT 16, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka kedapatan sedang pesta minuman keras (miras) oplosan atau gaduk.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari menerangkan, empat remaja itu berinisial AR (16), CM (16), RB (15), dan EK (15), semuanya warga Desa Loa Janan Ulu.

“ Dua diantaranya masih sekolah dan dua lainnya sudah bekerja,” kata Djauhari kepada harian ini saat ditemui di Kantor Polsek Loa Janan, Rabu (2/5) malam.

Penangkapan ini bermula adanya laporan dari masyarakat. Dimana dikatakan ada beberapa remaja yang sedang pesta miras oplosan di pinggir Jalan Gerbang Dayaku. Mendapat info tersebut, sejumlah petugas Polsek Loa Janan langsung bergerak kelapangan.

“ Waktu anggota kami berada di lokasi, anggota melihat ada enam remaja sedang asyik pesta miras. Namun sayang, sewaktu mereka di suruh naik ke mobil patroli, dua remaja lainnya berhasil kabur,” terang Djauhari.

Usai diamankan, empat remaja langsung digelandang ke Kantor Polsek Loa Janan. Setibanya di Polsek, mereka diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan.

“ Dari tangan mereka, anggota mengamankan miras oplosan atau gaduk di dalam botol air kemasan satu liter,” terang Kapolsek, lagi.

Terpisah, AR mengaku masih sekolah kelas 1 SMK. Selama ini, AR mengatakan sering meminum gaduk itu sendiri.

“ Biasa minum dirumah saja pak dan saya sering di marahin kakak dan ibu saya, tapi karena suka dan murah, tetap saja saya minum,” akunya.

Meski gaduk dirasa pahit, AR tetap saja meminumnya. Pasalnya, dia tak sanggup membeli miras yang harganya mahal.

“ Pahit lah pak, bahkan saya juga takut mati. Tapi ya mau gimana lagi, beli yang mahal nggak sanggup, jadi beli itu aja (alkohol 70 %),” ucapnya.

Sementara CM (16) mengatakan sering minum gaduk ini juga, tapi di lokasi yang berbeda.

“ Baru ini gabung sama mereka, biasanya sama teman yang lain. Kali ini kami sokongan mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, dan kami beli 2 botol alkohol serta suplementnya,” kata pelajar kelas 3 SMP ini. (Bay)