TINDAKPELANGGARAN : Tampak petugas dari Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kukar saat menghentikan salah satu pengguna jalan dalam Operasi Patuh Mahakam 2018 di Tenggarong, Selasa (1/5) kemarin. (bayu/1News.id)

Sub) Polantas Kukar Gelar Operasi Patuh di Simpang Kelambu Kuning

1News.id, KutaiKartanegara – Memutarbalikkan arah kendaraan tanpa memikirkan keselamatan tampak dilakukan sejumlah pengguna kendaraan di Tenggarong saat melihat Petugas dari Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Operasi Patuh Mahakam 2018 di Jalan Sultan Alimudin, tepatnya di simpang Kelambu Kuning Tenggarong, Selasa (1/5) kemarin.

“ Yah begitulah, mereka tidak sayang dengan nyawa sendiri. Merasa sudah melakukan pelanggaran dan melihat petugas kami melakukan razia, mereka malah berusaha kabur dengan memutarbalik arah kendaraan secara spontan. Padahal dikhawatirkan, ada kendaraan lain dibelakangnya dan terjadi kecelakaan,” ucap Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Lantas AKP Ramadhanil kepada harian ini.

Padahal, Satlantas Polres Kukar sudah melakukan sosialisasi perihal Operasi Patuh Mahakam 2018 tersebut. Dimana operasi ini digelar sejak 26 Apri hingga 9 Mei mendatang serentak di seluruh Indonesia. Namun masih saja ada pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan.

“ Tadi banyak yang melanggar rambu-rambu lalu lintas di lampu merah. Mereka kebanyakan tidak mentaati aturan tentang ‘ belok kiri ikuti isyarat lampu ’ dan terus belok meski lampu masih merah atau berhenti,” terang Ramadhanil.

Kebanyakan para pelanggar yang dihentikan petugas, mengaku tidak melihat rambu bertulisan tersebut. Bahkan ada juga yang sudah melihat, tapi tetap saja melanggar. Sehingga petugas dengan terpaksa melakukan penilangan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“ Ya tetap kita tindak tegas dan dilakukan penilangan dengan menahan STNK-nya. Apabila ingin mengambil STNK tersebut, pelanggar wajib membayar denda ke bank atau mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong,” jelas Kasat.

Dalam operasi patuh kali ini, lanjut Ramadhanil, pihaknya berhasil menindak sebanyak 50 pelanggar dan 2 diantaranya tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).

“ Jadi selain menggelar razia di lokasi yang ditentukan, anggota kami  juga melakukan razia secara mobile atau hunting di jalan. Apabila terlihat pelanggaran secara kasat mata, maka akan langsung di tindak. Misalnya ada yang tidak menggunakan helm atau melawan arus, itu termasuk pelanggaran secara kasat mata dan langsung di tilang anggota kami,” tegasnya. (bay)