Andrianto, S.Ip ,salah satu aktivis 80-90 yang ikut temu kangen. Andrianto yang memang sejak di SMA 83 cukup kritis ini,merupakan aktivis yang gigih dalam pergerakan mahasiswa era 90an.

1News.id, Jakarta – Ratusan aktivis pergerakan mahasiswa era 80-90 kumpul di Galeri Cipta 2, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2018) malam. Acara temu kangen tersebut dihadiri Gubernur DKI Anies Baswedan.

Aktivis yang hadir dalam acara yang digagas Syahganda Nainggolan itu di antaranya, Wakil DPR Fahri Hamzah, politikus Partai Demokrat Andi Arief, tokoh Malari 74 Hariman Siregar, politikus Partai Gerindra Feri Juliantono.

Acara dimulai dengan konferensi pers bersama dilanjutkan pidato dari para tokoh aktivis mahasiswa dan diakhiri orasi dari Anies.

Syahganda mengatakan, reunian aktivis ini tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan politik pihak manapun, apalagi menyambut Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Tema yang diangkat dalam reuni ‘Menuju Indonesia Berkeadilan Sosial’, karena ketimpangan ekonomi masyarakat sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Syahganda.

“Ketimpangan itu memang luar biasa kan. Itu semua riset itu. Mau riset dari luar negeri, Megawati Institut, World Bank, itu semuanya,” tambah dia.

Hal itu, terangnya, tidak sesuai dengan konstitusi. Dimana kekayaan negara ini harusnya untuk masyarakat, utamanya masyarakat kecil.

Ditegaskannya, temu kangen tersebut bukan sebagai bentuk konsolidasi untuk kembali bersuara di jalanan sebagai aktivis.

“Gak mungkin. Kita usianya sudah tua, usia terakhir,” tukasnya.

Sementara Anies memberikan apresiasi kepada para tokoh aktivis 80-90 yang masih semangat memperjuangkan NKRI.

“Semangat pergerakan saat mahasiswa dulu masih hidup sampai sekarang, sekarang orang-orangnya udah kepada 4, 5, bahkan udah ada yang 6 itu,” terang Anies.

Anies mengatakan acara temu kengen dengan para aktivis era 80-90 sebagai bentuk kalibrasi untuk menghadirkan keadilan bagi Indonesia.

“Mencocokkan kembali arah bahwa yang dulu kita perjuangakan tentang keadalian sosial, sekarang kita tidak bicara tentang menyuarakan keadilan tetapi sekarang kita menghadirkan keadilan bagi Indonesia,” tukasnya. (Ra)