Program ‘ Dakwah Kamtibmas ‘ oleh Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar

1News.id, KutaiKartanegara – Kepolisian Resor Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (4/1/2018) pagi sekitar pukul 11.00 Wita menggelar program ‘ Dakwah Kamtibmas ‘ Pondok Pesantren (Ponpes) Al – Hidayah, Jalan Ruan, Rt 03, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Dalam kegiatan tersebut di hadiri langsung Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, Wakapolres Kompol Andre Anas, Kabag Ren Kompol M Ghufron, Kasat Binmas AKP Eko Achnanto, KBO Sat Binmas Iptu Harun Budiono, Kasi dan Kanit serta Pimpinan Ponpes Al-Hidayah Drs H Idar Ja’far beserta seluruh Ustad, Ustadzah dan Santri yang berjumlah 180 orang.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar memperkenalkan 7 program Kapolres Kukar saat periodenya memimpin sekarang. Kemudian Kapolres juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kamtibmas di wilayah hukum Kukar agar aman dan tentram.

“ Kita juga harus mengantisipasi orang-orang yang tidak dikenal, yang gerak-geriknya mencurigakan dan akan melakukan tindak pidana,” kata Anwar dalam dakwah kamtibmasnya.

Kemudian, lanjut Kapolres, apabila akan terjadi gangguan kamtibmas, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya ke kepolisian terdekat.

“ Jangan main hakim sendiri, dan saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh paham radikalisme yang dapat memecah keutuhan bangsa dan negara,” imbuh Anwar, lagi.

Tujuan dilaksanakannya dakwah kamtibmas ini, urai Kapolres, sebagai media penghubung untuk mendekatkan diri antara insan Bhayangkara dengan masyarakat, sehingga tidak adanya rasa canggung.

“ Selain itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk menggali informasi yang ada di masyarakat, sebagai masukan dalam melaksanakan tugas polri agar terciptanya wilayah yang kondusif,” tambah Anwar.

Kegiatan ini berlangsung selama satu jam. Dan sebagai penutup, Kapolres juga menerangkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang Pruralisme(kesediaan untuk menerima keberagaman), dimana di dalamnya hidup beragama dan budiaya yang berbeda, yakni ada 300 kelompok dan 1340 bahasa.

“ Perbedaan inilah yang harus menjadi kekuatan bangsa Indonesia untuk kehidupan bermasyarakat,” tegas Anwar.

Untuk itu, harap Anwar, ada beberapa hal yang perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, di antaranya setiap insan manusia harus jadi pemaaf, dimana dan apapun persoalannya harus segera diselesaikan dan jadilah pemaaf. Sehingga setiap masalah akan segera selesai dan tidak menjadi konflik.

Selanjutnya, kata Anwar, jadilah penebar kebaikan, yang mana rasa cinta kepada sesama manusia harus di wujudkan dalam tataran kehidupan, dan dalam hal kebaikan harus saling tolong menolong, saling mengasihi, serta peduli sesama manusia apapun etnis budaya dan agamanya.

“ Dan yang terakhir, abaikan ucapan orang bodoh. Jangan mudah terprovokasi, namun saat melihat suatu persoalan harus dengan bijak dan penuh kasih sayang. Apabila tiga hal tersebut telah di jalankan dalam kehidupan bermasyarakat, maka akan sukses dan tercipta situasi aman dan kondusif,” ungkap Anwar. (bay)