Tiga Camat yakni dari Wangon, Lumbir dan Gumelar saat membacakan deklarasi “Stop buang air Ssmbarangan” atau ODF di Desa Rawaheng Wagon yang di saksikan oleh Wakil Bupati dr. Budhi Setiawan, Forkopimcam,para kepala Desa dan masyarakat desa Rawaheng.(*)

1News.id, Wangon – Pemerintah Desa Rawaheng, Wangon, Banyumas memprioritaskan pembangunan di bidang kesehatan dan sanitasi. Hingga akhir 2017 telah membangun 89 unit jamban sehat untuk 89 keluarga kurang mampu. Tujuannya adalah hidup sehat melalui peningkatan kualitas sanitasi keluarga.

Program Jamban Sehat didanai oleh anggaran desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan bantuan keuangan total sebesar Rp 178.800.000,-

Program tersebut sesuai dengan program pemerintah pusat untuk membenahi permasalahan kesehatan dan sanitasi yang dikenal dengan Program 100-0-100 (100% akses air minum, 0% kawasan kumuh perkotaan, 100% akses sanitasi).

Untuk itu, pada Jumat(29/12) tiga kecamatan yakni Wangon, Lumbir dan Gumelar mendeklarasikan Kecamatan ODF (Open Defecation Free) atau bebas buang air besar sembarangan. Hal itu di tandai dengan pembacaan deklarasi oleh tiga forkompimcam di depan Wakil Bupati Banyumas dt. Budhi Setiawan dan masyarakat di halaman Desa Rawaheng.

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Alfian Nevi, Para forkopimcam di tiga Kecamatan, para Kades, dan masyarakat peserta jamban sehat keluarga.

Warga Desa Rawaheng antusias menyambut program ini. Warga tak perlu menanggung risiko kesehatan akibat sanitasi lingkungan yang buruk.

“Warga yang belum memiliki jamban bisa mendaftarkan diri di kantor desa, Pemerintah Desa Rawaheng menargetkan pada 2019, menjadi Desa ODF (Open Defecation Free) atau bebas buang air besar sembarangan.”Ungkap Kades Marko melalui Sekdes Edi.

Sedang Kepala dinas Kesehatan Jateng melalui Kasi P2TM Arfian Nevi berharap untuk 3 kecamatan ini agar mensosialisasikan ODF. “stop buang air besar sembarangan, kemenkes menetapkan sanitasi total 2019 berbasis masyarakat, strateginya adalah dgn sanitasi total berbasis masyarakat dgn 5 lima pilar, salah satunya stop buang air besar sembarangan.”Katanya.

Menurut Arfian di tingkat Jateng masih banyak yang buang air besar sembarangan. Dari 35 juta penduduk, masih 15 persen buang air tdk di jamban. Untuk banyumas masih 27 persen sembarangan. ini yg mempengaruhi kesehatan. harapannya banyumas 2019 menjadi desa ODF.

Sementara Wakil Bupati dr. Budhi Setiawan mengucapkan
terima kasih pada masyarakat dan forkopimcam atas komitmen yg kuat dengan mendeklarasikan menjadi kecamatan ODF.

“Semoga dapat memotivasi 216 desa, dan 21 kecamatan. Mulailah disiplin, bisa menghargai daerah kita sendiri. dan soal kemiskinan Banyumas nomor 28 termiskin ,jd tingkatkan kesejahteraan masyarakatnya.”Katanya.

“Camat diharapkan mengawal ttg pendanaan preventif dana desa bidang kesehatan, mempercepat 1000 jamban, desa proaktif membentuk perdes ttg perilaku hidup sehat. dan mengalokasikan 10 persen APBDes utk kesehatan.”Tutup Wabup.

Komentar

komentar