Petugas kepolisian nampak berusaha mengamankan kardus beserta isinya yangbdi lemparkan seorang pendemo di halaman Balai Desa Karangtalun Kidul, Purwojati, Banyumas. (*)

1News.id, Banyumas – Puluhan massa dengan membawa spanduk Senin (13/10/17) menggruduk kantor balainDesa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati, Banyumas. Massa menuntut kepada Pemerintah desa untuk mengkaji ulang pelaksanaan penerimaan dan pelantikan perangkat desa hasil penjaringan beberapa waktu yang lalu. Karena menurutnya penjaringan tersebut di duga ada kecurangan.

Salah satu peserta yang tidak lolos bernama Suratno saat melakukan orasi di depan Balai Desa mengungkapkan bahwa kecurangannya adalah memberikan bocoran soal soal yang akan di ujikan pada peserta tertentu, sehingga tidak fair.

” Sebelumnya kami juga telah mengadukan ke panitia dan juga kecamatan, namun tidak di tanggapi secara serius, hanya saja pernah bermediasi, namun kami belum puas dengan tanggapannya yang tetap akan melantik 3 peserta perangkat baru yang lolos.”Ujar Suratno.

Kapolsek Purwojati AKP Hartoyo bersama pihak Polres dan Koramil setempat melakukan langkah antisipasi dengan menerjunkan anggotanya untuk pengamanan. Sejumlah anggota polisi nampak berjaga jaga di setiap titik tertentu. Karena pada saat demo juga sedang di lakuakn pelantikan oleh Kepala Desa Kalim yang di saksikan oleh Forkopimcam termasuk Camat Arief.

“Sebagai langkah persuasif kami menerjunkan anggota guna mencegah hal hal yang tidak di inginkan, apalagi ini bersamaan dengan pelantikan.”Kata Kapolsek.

Sementara Kepala Desa Achmad Kalim saat di tanya di ruang kerjanya usai melantik 3 perangkat baru menjelaskan bahwa hal tersebut wajar ketika terjadi ketidakpuasan akan hasil penjaringan, terlebih mereka yang tidak diterima, padahal panitia sudah bekerja sangat maksimal dengan penuh kejujuran. Bahkan pengecekan dokumen peserta, dan tes komputer serta koreksi soal soal usai di laksanakan tes tertulis pun di lakukan secara transparan.

“Makanya saya heran ketika pelantikan kok mereka protes, padahal sudah di lakukan mediasi dengan sebanyak 3 kali di aula kecamatan, kalo memang pemerintah desa dan panitia melakukan kecurangan dan di anggap melanggar peraturan perundangan, perbup dan perda yang berlaku, kami siap.”Ungkapnya.

” Wong pembuatan soalnya yang di lakukan oleh 6 orang panitia pun ikut di saksikan oleh para saksi sebanyak 24 dari peserta masing masing, dari mulai sampai bubarnya pun bareng masa di tuduh curang, malah sebaliknya ada indikasi salah satu peserta yang berusaha menyogok saya dengan iming iming uang ratusan juta, tapi saya tolak. “Tegasnya.

Kemudian Camat Purwojati Arief menegaskan bahwa proses penjaringan ini sudah sesuai prosedur dan tidak ada unsur yang melanggar aturan. “semua sudah sesaui prosedur dan aturan, bahkan pelantikan ini tertunda dari jadwal yang telah di tetapkan tanggal 8 Nopember 2017.”Tutupnya.

 

Komentar

komentar