1News.id, Cilacap -Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap Sudjonggo membenarkan insiden keributan massa di Lapas Kelas II A Permisan Nusakambangan.

Kerusuhan itu melibatkan kelompok narapidana (napi) teroris dan kubu John Kei.

Berdasarkan laporan tertulis yang diterimanya dari Kalapas Permisan Yan Rusmanto dari laman jateng.tribunnews.com, keributan itu berawal ketika sejumlah napi teroris dari Blok hunian B menyerang John Kei memakai balok kayu dan batu, Selasa (7/11/2017) pagi.

Petugas berusaha melerai perkelahian itu dengan cara memediasi kedua belah pihak agar berdamai.

Namun massa terlanjur tak terkendali.

Massa John Kei memaksa masuk melewati pintu 5 dan menyerang napi teroris untuk menyelamatkan John Kei dari kamarnya.

Perkelahian kedua pihak pun tak terhindarkan.

Beberapa fasilitas Lapas antara lain pintu, jendela kaca serta taman rusak akibat kerusuhan itu.

Tak lama kemudian, massa berhasil terkendali.

John Kei diselamatkan dari kamarnya.

Petugas mengunci kamar teroris demi keamanan dan keselamatan napi teroris.

Petugas Lapas kembali memediasi kedua belah pihak agar berdamai.

Ternyata, beberapa anak buah John Kei masih mencari Sutrisno, napi di kamar 20 karena diduga membantu napi teroris mengeroyok John Kei.

Seorang petugas jaga, Surahman membuntuti mereka ke kamar 20.

Beberapa anak buah John Kei ini menyerang Sutrisno di kamar tertutup.

Surahman dibantu warga binaan lain datang melerai untuk menolong korban.

Pukul 12.30 WIB, massa napi lain tiba-tiba menyerang napi Tumbur Bondy hingga mengalami luka berat di bagian punggung dan perut.

Bondy kemudian dilarikan ke RSUD Cilacap karena menderita luka serius.

Nahas, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Bondy menghembuskan nafas terakhir. (*)

Komentar

komentar