1News.id, Jakarta – Diskusi publik tentang Presidential Threshold (PT) dan masa depan demokrasi di Indonesia siap di gelar pada Sabtu (21/10/17) mendatang. Gelaran bagi masyarakat publik tersebut di pelopori oleh Garuda Nusantara Center (GN Center) di sebuah aula restoran Kawasan SCBD Jakarta Selatan.

Menurut Inisiator GN Center Andrianto SIP, diskusi yang akan dimulai pada pukul 13:00 akan menghadirkan empat narasumber yakni Pakar Hukum Tata Negara Rafly Harun, Direktur Pasca Sarjana Unas Alfan Alfian, Direktur Indobarometer M. Qodari, dan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bobby A Rizaldi.

Seperti rilis yang dikirimkan ke redaksi, Pemilu nasional serentak 2019 yang akan datang menjadi babak baru dalam sistem pemilu, Pemilu Legislatif (Pileg) berbarengan dengan Pemilu Presiden (Pilpres).

“Pemilu semacam ini menjadi menarik karena model ini disebut pemilu konkuren (Concurrent elections) yang diharapkan dapat munculkan efek konkurensi lazim disebut Coattail effect.”Katanya.

“Asumsinya pemerintahan yang kuat ketika pemilih Legislatif korelasi dengan pemilih presiden,” Tambah Andri yang memang sejak SMA terbilang kritis.

Selanjutnya Andrianto juga menambahkan bahwa hal tersebut mengemuka ketika aturan PT masih aturan lama yakni 20 % kursi dan 25 % suara.

Hal ini menyiratkan adanya dominasi parpol serta menutup ruang untuk tampilnya Capres yang beragam. Sehingga publik berasosiasi hanya muncul Jokowi dan Prabowo sebagai kompetitor dalam Pilpres 2019, meski secara teknis masih mungkin ada poros ke 3.

“Aturan PT ini masih tertahan di Mahkamah Konstitusi, menjadi sebuah pertanyaan,
Mungkinkah masih ada harapan PT jadi nol persen or MK tetap ikuti PT lama,” Pungkasnya.(*)

Komentar

komentar