1News.id, Cilacap – Sebanyak 3000 lebih Guru tidak tetap (GTT) yang mengabdi di sekolah negeri Kabupaten Cilacap Rabu (4/10/17) turun ke jalan melakukan aksi demo.5

Para guru tersebut pada pukul 07:00 wib mulai berkumpul di depan bekas lapangan batalion Cilacap. Setelah mereka melakukan longmarch menuju Alun alun depan Pendopo Kantor Bupati dengan pengawalan ketat petugas Kepolisian dan satpol PP, bahkan nampak Kapolres Cilacap yang baru menjabat sejak dua hari lalu AKBP Joko Pujianto ikut mengawal.

Setelah sampai di depan jalan masuk pendopo, para Guru yang otomatis meninggalkan anak didiknya itu melakukan orasi di atas mimbar kendaraan.

Dalam orasinya Kordinator Lapangan Musafirin melalui melalui Tohirun menuntut kepada Kepala Pemerintah Daerah untuk mengabulkan beberapa permintaan yakni adanya SK Pengakuan Bupati, Tunjanga Kesehatan, Jaminan kesejahteraan dan standar gaji minimal UMR.

“Kami menuntut keadilan, karena kami juga mendidik anak bangsa untuk menjadi cerdas, tetapi gaji kami hanya 200ribu dan itu merupakan kebijakan dari komite sekolah.”Kata Tohirun Guru asal Sidareja.

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut para guru tidak tetap ini terpaksa harus bekerja ekstra di luar profesinya.”Bahkan saya harus jualan dan cari tambahan lain untuk mencukupi biaya hidup.”Tambah Tohirun.

Setelah hampir 1 jam melakukan orasi, para pendemo di temui oleh Sekda Farid Ma’ruf dan Kepala Dinas Pendidikan Warsono untuk kemudian menuju gedung wakil rakyat guna bermediasi dengan berjalan kaki.

Perwakilan guru bernama Sito berasal dari Binangun mengharapkan agar tuntutannya di dengar dan di perhatikan.

“Bila tidak di penuhi kami akan melakukan mogok dan membiarkan guru PNS biasanya berjumlah 3 hingga 4 Guru untuk melakukan tugasnya.”Ungkap Sito.

Sementara itu dari Staf Kejaksaan Negeri Cilacap yakni Kasi Pidum Rosyid, SH yang kebetulan sedang istirahat siang dan di mintai pendapat ketika mengetahui adanya demo guru tidak tetap ini mengaku cukup prihatin.

“Ini merupakan PR bagi pemerintah daerah untuk mensejahterakan para pendidik yang hanya di hanya 200 rb per bulan, dan ini cukup membuat prihatin, pasalnya bila ini berlarut kerja mereka juga tidak maksimal.”Pungkasnya.(*)

 

Komentar

komentar