Ribuan masyarakat Cilacap dan Nelayan berkumpul di alun alun depan pendopo Kabupaten melepas rombongan forkopimda menuju pantai selatan untuk melarung joran sesaji.(*)

1News.id, Cilacap – Gelar budaya adat Sedekah laut bagi nelayan Kab.Cilacap kali ini dilaksanakan pada Jum’at kliwon (6/10/17). Acara yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan syura (Muharam) tersebut pada pagi hari bertolak dari halaman Pendopo Kabupaten Cilacap.

Dengan menggunakan dokar Bupati H.Tatto Suwarto Pamudji dan semua unsur Forkopimda yang mengenakan pakaian khas nelayan Cilacap berupa pakaian hitam hitam, dan ribuan warga terutama nelayan bergerak beriringan menuju pantai laut selatan guna melakukan prosesi melepas joran saji yang berisi kepala kerbau,tumpeng dan aneka jajanan pasar.

Tradisi yang berlangsung sejak Bupati Cilacap ke III R.Tumenggung Tjakrawerdaya ini sejarahnya adalah memerintahkan kepada sesepuh nelayan Pandanarang bernama Ki Arsa Menawi untuk melarung sesaji kelaut selatan pada Jumat Kliwon bulan Syura tahun 1875 dan sejak tahun 1983 diangkat sebagai atraksi wisata.

Dalam prosesi seperti di lansir dari laman ditjen perikanan dikisahkan bahwa R.Tumenggung Tjakrawerdaya  yang diperankan oleh Bupati Cilacap H.Tatto Suwarto Pamuji memanggil sesepuh nelayan cilacap dan memerintahkan kepada para nelayan cilacap setiap bulan syura agar mengadakan sedekah laut dengan melarung jolen yang berisi Kepala Kerbau, Tumpeng  golong dan aneka jajanan pasar ke segara kidul.

Jumlah jolen yang dilarung sebanyak sembilan buah, yakni satu jolen dari pemkab Cilacap dan delapan jolen dari rukun nelayan termasuk rukun nelayan dari Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.

Sesaji yang telah ditempatkan dalam jolen tersebut dikirab menuju pantai teluk penyu guna dilarung ke pantai pulau majeti yang berada di selatan pulau Nusakambangan Cilacap.

Dengan menggunakan kereta kencana, Bupati Cilacap H Tatto Suwarto Pamuji beserta istri mengikuti kirab  hingga ke pantai teluk penyu diiringi oleh para nelayan sambil menampilkan berbagai kesenian tradisional.

Sebelum ritual, pada Kamis malam (5/10/17) di laksanakan tasyakuran di pendopo Kabupaten. Menurut Bupari Kegitan sedekah laut tersebut pada dasarnya sebagai ungkapan rasa sukur pada Tuhan YME dari para nelayan Cilacap  karena telah diberinya limpahan rezeki.

“Budaya ini di upayakan untuk dapat terus di lestarikan sebagai kekayaan budaya Indonesia, dan sebagai bentuk jati diri bangsa dan daerah terutama Cilacap ini.”Pungkasnya.(*)

Komentar

komentar