Lokasi tempat kejadian perkara tewasnya Sarijo akibat gantung diri di Kalipetung, Klapagading, Wangon. Nampak di keruminui warga yang ingin tahu.(*)

1News.id, Banyumas – Seorang warga desa Klapagading grumbul Kalipetung RT 03/09 wangon Banyumas, Jawa Tengah bernama Sarijo ( 47thn) tewas akibat bunug diri dengan cara gantung diri pada hari Minggu (10/9/17) sekitar pukul 9:00 wib.

Dinduga korban mengakhiri hidupnya akibat mengalami tekanan ekonomi dan persoalan rumah tangganya , hal tersebut di dapat dari informasi para saksi dan petugas kepolisian yang kebetulan juga berada di lokasi kejadian. Menurut Rapi (50thn) ia mengetahui Sarijo telah gantung diri ketika berkunjung ke rumahnya, namun di dapati dalam keadaan sepi dan lengang.

“Saya datang kesini rencananya malah mau bayar hutang, tapi kok sepi, padahal biasanya beliau sibuk di ru mah, setelah saya cari tidak ketemu, kemudian setelah di intip rumahnya ya g terbuat dati bambu terlihat gantung diri.”Ungkapnya.

Sedang menurut petugas Polsek Wangon yang segera tiba di lokasi kejadian saat mengetahui kejadian tersebut mengungkapkan bahwa korban meninggal murni akibat bunuh hal ini itu di perkuat dari hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh pihak puskesmas Wangon.

Kapolsek Wangon AKP Supriyanto yang ada di tempat kejadian perkara mengatakan bahwa, ” Ini murni bunuh diri, tidak ada unsur penganiayaan.”Katanya.

“Saya juga menghimbau pada masyarakat khususnya di wilayah hukum Wangon, jangan suka menutup diri, bersosialisasilah dengan warga lainnya, sehingga bila punya persoalan apapun minimal dapat di minimalisir dan jangan lupa untuk selalu meningkatkan ketaqwaan pada Allah SWT.” Tambahnya.

Sedang kepala Desa Klapagading Rudianto yang di hubungi secara terpisah mengaku cukup prihatin mendapati warganya yang meninggal dengan mengambil jalan pintas seperti itu.

“Untuk warga mestinya juga saling meningkatkan kepedulian,srawung, sering terbuka dengan tetangga atau saudara, jangan diam kalau punya masalah yang akhirnya menimbulkan jalan pikiran yang buntu, dan para tokoh agama dan lingkungan agar selalu tanggap dan respon ketika ada kejanggalan di sekitar kita, selain itu tingkatkah ibadah sholat dan ngaji.”Katanya.

Selanjutnya, setelah di lakukan penyelidikan secara intensif, bersama pihak pemerintah desa Klapagafing, korban di serahkan kepada keluarganya untuk kemudian di kebumikan.(*)

Komentar

komentar