Spesialis Incar Car Free Day di Tiga Kota Dibekuk

1News.id, Kutai Kartanegara – Aktivitas warga Kota Raja Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di ajang car free day atau hari bebas kendaraan bermotor setiap Minggu pagi, ternyata dimanfaatkan Samsi (37), untuk mencari uang. Pria beralamat di RT 18 Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong ini, menyatroni barang berharga milik warga yang ditinggalkan di jok sepeda motor.

Namun naas, Minggu (13/8) pagi, Samsi dibekuk petugas Unit Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kukar dipimpin Ipda Aksaruddin Adam. Ketika itu pria berperawakan sedang ini tertangkap basah menyambar 2 buah HP dari jok motor warga peserta car free day, diparkir dekat Gang Kubur Jalan KH Ahmad Muksin, Kelurahan Timbau, Tenggarong.

“Aksi pencurian tersebut dilakukan Samsi sekitar 3 bulan terakhir. Dia mencongkel jok motor warga, kemudian mengambil barang berharga berupa uang atau HP. Tak hanya di Tenggarong, Samsi juga mengincari kegiatan car free day di Sangatta, Kutim (Kutai Timur) dan Kota Bontang. Samsi juga mencuri HP warga ketika acara Maraton 10K berlangsung di Tenggarong, pertengahan Juli 2017 lalu,” ujar Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reskrim AKP Yuliansyah.

Sebenarnya bukan perkara mudah bagi polisi dalam mengungkap aksi jahat Samsi. Pria muda ternyata residivis kasus serupa yang baru bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tenggarong di awal 2017 ini, jadi buruan polisi. Sebab sekitar 3 bulanan ini, ada saja warga saat ikut car free day di Tenggarong pada Minggu pagi yang jok motornya dibobol.

“Petugas kami bahkan mengikuti Samsi yang dicurigai sebagai pelaku, sejak meninggalkan rumahnya di Mangkurawan mulai jam setengah 6 pagi Minggu (13/4) itu,” ucap Yuliansyah, lagi.

Ya, rupanya vonis 10 bulan penjara atas kasus pencurian serupa, mencuri dengan cara membobol jok motor warga, tidak membuat Samsi kapok. Terbukti setelah menghirup udara bebas, pria berperawakan sedang ini kembali beraksi. Tidak tanggung-tanggung, setelah tertangkap kemudian diambil keterangannya, Samsi menyebut selama ini berhasil menyambar puluhan buah HP dan beberapa alat elektronik lain, seperti televisi dan ipod.

Ucapan Samsi memang benar adanya. Senin (14/8) kemarin, petugas Unit Opsnal menggiring Samsi ke tempat-tempat dia biasa menjual barang “cuntanan” tersebut. Yakni sebuah konter HP di Jalan Cendrawasih, Samarinda dan 1 konter HP terletak di Pasar Tangga Arung, Tenggarong. Hasilnya, terkumpul sebanyak 27 buah HP, ditambah sebuah televisi led 50 Inci, 1 unit ipod serta 3 buah camera digital.

“Setiap HP tersebut saya jual seharga Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta lebih, tergantung kondisi dan merknya. Uang hasil penjualan barang-barang itu saya pakai membayar cicilan kredit mobil,” jelas Samsi.

Tidak itu saja, ulah Samsi juga membuat Yus (32), warga RT 02 Jalan Cendrawasih, Samarinda dan Muh (29) yang tinggal di Jalan Gunung Belah, Tenggarong, ikut terseret. Yus dan Muh diduga nekat menadah barang-barang hasil curian Samsi. Polisi juga menyita sebuah obeng dan motor Honda Scoopy KT 2969 OS sebagai barang bukti, lantaran digunakan Samsi ketika beraksi. (bay)