Peduli Perkembangan Industri Kecil Menengah

1News.id, Kutai Kartanegara – Rabu (2/8) kemarin, Menteri Perindustrian (Menperin) RI Airlangga Hartarto, menyerahkan piala dan piagam Upakarti 2017 kepada Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari. Penghargaan tersebut diterima bupati perempuan pertama di Kalimantan Timur (Kaltim) ini, atas kepedulian terhadap pembinaan perkembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kukar.

Tidak itu saja, Rita juga mengukir sejarah baru. Karena sejak Kukar berdiri, baru kali ini menerima Upakarti, sebagai penghargaan tertinggi dari Pemerintah RI terhadap mereka yang berdedikasi, melakukan berbagai upaya luar biasa dalam pengembangan industri kecil dan menengah di Tanah Air. Jadi wajar jika Rita bangga atas penghargaan diraihnya.

“Tentu saja bangga, karena tak semua daerah menerima Upakarti. Penghargaan ini sekaligus tantangan bagi Pemkab Kukar, agar terus melakukan pembinaan terhadap perkembangan IKM,” ucap Rita setelah menerima penghargaan di Kantor Menperin RI.

Memang, Rita menjadi satu-satunya kepala daerah asal Pulau Kalimantan yang menerima Upakarti 2017. Selain Rita, penghargaan sama diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini, kemudian Hendrar Prihadi selaku Walikota Semarang dan Walikota Palopo, Judas Amir. Juga Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru dan M Qurais H Abidin, Walikota Bima.

Jalan panjang memang harus ditempuh Rita dan lainnya, sebelum menerima penghargaan bergengsi ini. Misalnya, Kamis (15/6) lalu, Rita bersama sejumlah tokoh nominator Upakarti 2017 asal daerah lain, mengikuti penjurian. Masing-masing harus menyampaikan presentasi di Gedung Kementerian Perindustrian RI, terletak di Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan.
Sebelum itu, tepatnya 30-31 Mei 2017 lalu, tim dari Ditjen (Direktorat Jederal) IKM telah melakukan fact finding atau pengecekan lapangan. Mereka mendatangi langsung sejumlah pelaku IKM atau Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan sentra usaha kecil menengah di Kukar.

Penghargaan Upakarti terdiri 3 kategori. Mencakup Jasa Pengabdian, diberikan kepada perorangan, lembaga/perusahaan aktif berkesinambungan mengembangkan IKM. Lalu, Jasa Kepeloporan diberikan kepada lembaga/perusahaan mempelopori kerjasama berkesinambungan saling menguntungkan dengan IKM. Ketiga, Jasa Kepedulian diberikan kepada kepala daerah yang memiliki rasa bertanggungjawab dan keinginan berperan aktif, melalui penetapan kebijakan berpihak secara nyata untuk pengembangan industri kecil dan menengah. Maka Rita termasuk dalam kategori Jasa Kepedulian tersebut.

“Tadi juga ada warga Kota Balikpapan, bernama Riswahyuni, menerima Upakarti kategori Jasa Pengabdian. Dengan menciptakan produk olahan dari buah salak jadi makanan bernilai tinggi,” tambahnya. (bay)

Komentar

komentar