1News.id, Cilacap – Pembangunan proyek fasilitas pengolahan bank sampah domestik berbasis Refuse Derived Fuel ( RDF ) senilai 80 miliar kan di bangun di atas lahan Pemerintah Kabupaten Cilacap seluas 1,1 Hektar tepatnya di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi dan menurut perkiraan akan kelar pada kuartal ketiga 2018. Penandatangan nota kesepahaman ini di tanda tangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Pemenrintah Kabupaten Cilacap.Penandatangan ini juga di saksikan oleh Pemerintah Denmark dan PT. Holcim Indonesia.

Penandatangan proyek pngolahan sampah.(*)

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmiko mengawali peletakan batu pertama pembangunan proyek ini.  Dalam sambutannya Heru berharap agar setelah peletakan batu pertama ini agar secepatnya di laksanakan pembangunannya bersama dengan warga. “Walau sampah bisa di daur ulang dan di olah, tapi lebih banyak samph yang tertangani, hal yang paling tepat awal pengolahan sampah dari rumah tangga. “Katanya.

“sampah bisa di daur ulang menjadi semacam briket yang bisa mengganti bahan bakar batu bara, dan Cilacap merupakan kabupaten terluas di  Jawa Tengah, sehingga persoalan sampah tentu lebih banyak, maka sangatlah tepat Cilacap mempunyai Bank sampah  dan pengolahan menjadi sesuatu yang bermanfaat.“Tambahnya.

Perwakilan pemerintah Denmark.(*)

Sementara itu Pemerintah Denmark melalui program ESP3 nya berkontribusi membiayai pengadaan peralatan mekanikal dan elektrikal senilai 43 Miliar. Kementrian Pekerjaan Umum dn Perumahan Rakyat membangun sarana dan prasarana utama sebesar 25 Miliar. Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan keuangan dan membangun sarana penunjang lainnya sebesar 9 Miliar serta memberikan bantuan dan biaya opersional selama Lima tahun pertama  yakni 7 Miliar. Sedang Pemerintah Kabupaten Cilacap menginvestasikan lahan dan armada pengangkut sampah sejumlah 3 Miliar di tambah perkiraan komitmen biaya operasional hingga 2013 sejumlah 60 Miliar.

Pada tahap awal operasionalm fasilitas bank sampah berbasis RDF ini akan mengolah 120 ton sampah domestic per hari yang akan di olah dengan mewtode pngringan secara biologi atau bio drying untuk di jadikan Refuse Derived Fuel yakni salah satu jenis bahan bakar alternative yang akan di manfaatkan sebagai substitusi bahan bakar batu bara dalam proses kilen pabrik semen.

Dasar pemikiran pembangunan ini bermula dari pemikiran guna menangani persoalan sampah yang di hadapi Cilacap.Empat TPA yang tersebar yakni di Tritih Lor, Sidareja, Binangun dan Majenang masih belum optimal dalam penanganannya. Selama ini penangannya maih bertumpu pada lahan urug saniter.

Kemudian menurut Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji bahwa,”Metode saniter selalu membutuhkan lahan baru, sehingga pemerintah kabupaten Cilacap berupaya menangani sampah dengan baik, yang justru akan menambah pendapatan asli daerah.” Ungkapnya.

Proyek RDF ini di harapkan dapat menjadi langkah awal bagi semua pihak untuk dapat memberikan solusi alternative penanganan. Dalam merealisasikan proyek ini banyak pembelajaran yang di dapat untuk keberhasilandan berkelanjutan serta member nilai lebih bagi perbaikan lingkungan.”Pungkasnya.(*)

Komentar

komentar