Berbisnis Ganja Bersama Tiga Mahasiswa

1News.id, KutaiKartanegara – Berbagai jenis Narkoba memang sudah “menjajah” semua lapisan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Mau tidak mau jajaran Kepolisian harus bekerja keras memberangus peredaran barang terlarang ini. Seperti Senin (27/2) petang, petugas Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) membekuk Andi Cakra (24), warga Jl Rajawali Samarinda yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dulu PNS (Pegawai Negeri Sipil) di PDAM Samarinda.

“Selain seorang ASN tersebut, petugas kami juga menangkap 3 mahasiswa asal Tenggarong dan Samarinda. Keempat pelaku kini ditahan sebagai tersangka karena diduga mengedarkan Narkoba jenis ganja,” ujar Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kasat Reskoba AKP Syakir Arman.

Dijelaskannya, terungkapnya jaringan Narkoba jenis ganja spesialis menyasar mahasiswa Tenggarong dan Samarinda tersebut, bermula dari tertangkapnya terduga pelaku bernama M Aryan alias Ryan (22), seorang mahasiswa sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Tenggarong. Ryan diringkus petugas Sat Reskoba Polres Kukar pada pukul 23.50 Wita, Minggu  (27/2) di Jl Pesut depan SMA Negeri 2 Tenggarong.

“Dari tersangka bernama Ryan itu ditemukan barang bukti berupa ganja kering seberat 30 Gram,” tambah Syakir.

Begitu diambil keterangannya, Ryan kemudian menyebut ganja dibeli dari seorang kenalannya asal Samarinda, tak lain Cahyo Adi Pranata (20), seorang mahasiswa sebuah PTS di Samarinda. Dari situlah petugas Sat Reskoba Polres Kukar langsung bergerak ke alamat kediaman Cahyo, terletak di Jl Trikora Kecamatan Palaran, Samarinda. “Terduga pelaku bernama Cahyo diamankan sekira jam 4 sore tadi,” kata Kasat, lagi.

Nah, berikutnya giliran Cahyo buka mulut. Mahasiswa jurusan Fakultas Ekonomi itu menyebut barang terlarang diperoleh dari temannya, bernama Indra Bhoto (19), warga Jl Lambung Mangkurat Samarinda, juga berstatus mahasiswa sebuah PTS di Kota Tepian. Tanpa buang waktu, polisi kembali bergerak. Indra bahkan dicokok polisi berpakaian layaknya warga biasa di kampusnya, sekitar pukul 17.00 Wita, Senin (27/2) sore.

Seperti tersangka lainnya, Indra kemudian menjelaskan ganja tersebut dibelinya dari seorang teman, tak lain Andi Cakra. Karuan saja giliran ASN berdinas di PDAM Samarinda tersebut dijemput polisi. Andi dibekuk sekira pukul 18.30 Wita, kemarin petang. Kepada polisi, Andi menyebutkan ganja tersebut dipesan melalui jaringan media sosial Instagram.

“Saya beli ganja itu lewat medsos. Biasanya setiap dikirimkan sebanyak 0,5 Kilogram seharga Rp 3 juta. Nah modalnya diberikan oleh Indra,” kata Andi menyebut sekilas cara kerja jaringan sabu mahasiswa tersebut. Sementara Indra mengaku mendapat keuntungan sebesar 30 persen dari hasil penjualan.

“Ini baru pertama kali saya jualan ganja, sekitar satu bulan. Keuntungan yang saya dapat hampir sekitar Rp 3 juta juga,” uncap Indra. (Bay)