Gagal Rujuk dan Tiga Bulan di Tinggal Istri Pergi

1News.id, Kutai Kartanegara – Selasa (10/1) dini hari tepat sekitar pukul 12 malam di atas Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), suasana tampak sepi. Seperti biasanya, hanya terlihat sejumlah kendaraan yang melintas, baik ke arah Tenggarong maupun Samarinda.

Namun seketika melintas di tengah jembatan di Kota Tenggarong tersebut, tampak sebuah sepeda motor merek Yamaha Mio warna hitam putih terparkir tanpa pemiliknya. Karuan saja, warga yang melintas sedikit ketakutan dan mencari tahu dimana pemiliknya itu.

Kemudian, seorang warga yang mengetahui hal itu langsung menginfokan kepada petugas kepolisian dari Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kukar yang sedang berjaga di Pos Pal 4 Tenggarong. Kepada petugas, warga itu mengatakan melihat sepeda motor di atas jembatan tanpa pemiliknya.

“ Waktu itu anggota dari Pos Pal 4 maupun dari Pos Simpang Lembuswana di Tenggarong Seberang bergerak ke lokasi untuk memastikan kebenaran laporan itu,” kata Kasat Lantas Polres Kukar AKP Afrian Satya Permadi kepada harian ini dilokasi kejadian.

Ternyata, laporan warga itu benar. Seorang pemuda sudah berdiri dipinggiran jembatan sambil berpegangan tiang dan bersiap-siap ingin melompat dari atas jembatan, sekitar 6 meter dari sepeda motornya. Beruntung petugas Satlantas cepat datang dan berhasil menggagalkan niat pemuda itu.

“ Anggota saya langsung memanggilnya, dan memintanya untuk kembali ke jalan diatas jembatan. Waktu mendekat, ternyata pemuda itu membawa sebilah badik di pinggangnya, kemudian anggota saya mengambilnya dan mengamankan pemuda itu,” ucap Afrian.

Kepada petugas, pemuda bernama Andri (27) warga Jalan Pesut, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kukar itu mengaku sedang patah hati. Dirinya telah ditinggalkan istrinya selama tiga minggu dan tidak mau melanjutkan hubungan lagi.

“ Istri saya sekarang di Samarinda. Dia sudah pergi dari rumah selama tiga minggu. Saya sebenarnya kepengen hubungan ini tetap dilanjutkan, karena saya sangat sayang sama dia. Tapi istri saya tidak mau, dengan berbagai alasan,” ungkap Andri saat ditanya petugas.

Pemicu pertengkaran ini, uangkap Andri, yakni tentang materi. Sewaktu keuangan dirinya masih enak, dirinya yang membiayai kehidupan istrinya sampai akhirnya menikah. Tapi setelah keuangannya terbalik, istrinya banyak mencari alasan agar berpisah dengannya.

“ Istri saya itu janda dan punya anak satu. Saya sama dia hanya nikah siri saja, tapi kami sudah empat tahun bersama. Dulu waktu saya banyak uang, saya yang biayai kehidupannya, tapi setelah keadaan terbalik, saya yang mau ditinggalkannya dan tidak mau lagi hidup bersama saya,” jelasnya, lagi.

Upaya mengakhiri hidupnya ini, di akui Andri, sudah pernah dilakukannya di akhir tahun 2016 lalu. Saat itu dirinya hendak gantung diri di dalam kamar mandi di rumah mbahnya di Jalan Pesut tersebut. Namun saat itu niatnya berhasil diketahui mbahnya dan gagal.

“ Nah badik yang saya bawa ini rencananya mau saya tusukkan ke perut, tapi waktu saya melihat mbah di rumah, niat itu saya urungkan. Sampai akhirnya saya berniat ingin melompat dari atas jembatan saja,” kata Andri.

Tapi sebelum melompat, Andri mengaku sempat menghisap sebatang rokok sambil berpikir diatas jembatan. Setelah rokok ditangan habis, barulah Andri ingin melompat.

“ Saya duduk disana (Jembatan Kukar) sekitar setengah jam. Saya sempat merokok dipinggiran jembatan sambil memikirkan niat bunuh diri. Setelah rokok habis, saya mau melompat, tapi keburu ada polisi, saya gagal melakukannya,” ucap pemuda yang bekerja di sebuah lesing kendaraan di Tenggarong ini. (bayu)