Rampas dan Aniaya Pemilik Motor di Tenggarong Seberang

1News.id, Kutai Kartanegara – Unit Opsnal Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil menangkap Tunas Togotli (36) warga Jalan Stadion, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Rabu (7/11) malam sekitar pukul 23.00 Wita di depan Gereja GKII Jalan Maduningrat, Tenggarong.

Dia ditangkap karena melakukan perampasan sepeda motor disertai penganiayaan terhadap Jamaluddin (21) warga Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Samarinda, Senin (5/11) lalu sekitar pukul 13.30 Wita di jalur dua Tenggarong Seberang, tepatnya di depan Pondok Pesantren Al Mahsyar.

Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen, melalui Kasat Reskrim AKP Yuliansyah menerangkan, kejadian ini berawal saat Jamaluddin sedang menjemput seorang wanita di dekat pintu masuk Gerbang Stadion Madya Aji Imbut Tenggarong Seberang. Ketika hendak jalan, seorang wanita memanggil Jamaluddin dan ingin menumpang ke Samarinda.

“ Jadi waktu itu mereka bonceng tiga. Korban dan kedua saksi itu. Sekitar 1 kilometer atau di depan Pondok Pesantren Al Mahsyar, mendadak pelaku datang dan menghadang kendaraan korban. Tanpa sempat bertanya, pelaku menendang korban dan menghajarnya. Selanjutnya sepeda motor korban dibawa lari oleh pelaku ke arah Samarinda,” jelas Yuliansyah kepada harian ini.

Setelah kejadian itu, Jamaluddin bersama kedua wanita itu pergi ke Polres Kukar untuk melaporkan kasus yang menimpanya. Ternyata, ungkap Yuliansyah, salah seorang wanita yang berboncengan dengan Jamaluddin mengenal sosok pria yang merampas sepeda motor itu. Pria itu dikatakannya bernama Tunas dan tinggal di Tenggarong.

“ Dari keterangan saksi itulah anggota Opsnal Polres Kukar dibawah pimpinan Kanit Opsnal Ipda Aksar melakukan penyelidikan dilapangan. Sampai akhirnya pelaku berhasil ditangkap saat sedang mengendarai sepeda motor itu di Jalan Maduningrat Tenggarong,” urai Yuliansyah.

Usai diamankan, Tunas langsung dibawa ke Mapolres Kukar guna menjalani pemeriksaan. Saat ini Tunas sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam penjara.

“ Tindakan yang dilakukan pelaku ini sama dengan begal, karena pelaku merampas dan menganiaya korbannya. Saat ini pelaku sudah kita tahan dan kasus ini masih dalam tahan pengembangan lebih lanjut,” terang Yuliansyah. (bayu)