Rayakan Ulang Tahun Dengan Miras Oplosan

1News.id, Kutai Kartanegara – Sebanyak empat remaja ditangkap petugas Polsek Tenggarong. Mereka berinisial VB (18), KR (16), JK (19) dan LR (22), warga Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka ditangkap karena menyetubuhi seorang siswi SMK di Tenggarong, sebut saja Mawar (16).

Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen, melalui Kapolsek Tenggarong AKP M Dahlan Djauhari menerangkan, persetubuhan yang dilakukan empat remaja terhadap Mawar terjadi, Selasa (11/10) lalu sekitar pukul 00.30 Wita disebuah rumah kontrakan di Jalan Gunung Belah, Tenggarong. Saat itu mereka sedang merayakan ulang tahun VB dan melakukan pesta minuman keras (Miras).

“ Kontrakan itu disewa oleh salah satu pelaku yakni KR. Jadi waktu di lokasi kejadian mereka berenam. Itu terdiri empat pelaku, korban dan seorang wanita yang juga teman korban,” kata Djauhari kepada harian ini, Rabu (19/10).

Miras yang mereka nikmati merupakan miras oplosan alkohol 70 persen dicampur suplemen. Disaat semuanya dalam kondisi mabuk, teman Mawar pulang dan meninggalkan Mawar seorang diri di kontrakan bersama empat remaja itu.

“ Saat itulah satu persatu pelaku menyetubuhi korban. Tapi saat itu tidak ada paksaan, mungkin karena mabuk, jadi suka sama suka. Itu juga diakui oleh korban saat diperiksa penyidik,” urai Djauhari.

Persetubuhan itupun terjadi. Yang pertama melakukan adalah VB, baru LR, selanjutnya JK dan terakhir KR. Mereka melakukannya tidak secara bersama-sama, tetapi bergiliran.

“ Kontrakan itu dua tingkat. Pelaku pertama (VB,Red) membawa korban ke kamar dilantai dua dan yang lainnya menunggu dibawah. Setelah selesai, pelaku pertama turun dan dilanjutkan pelaku lainnya secara bergantian,” tutur Kapolsek.

Puas menyetubuhi Mawar, empat remaja itu kembali berkumpul dilantai bawah. Kemudian JK mengantarkan Mawar pulang sekitar pukul 1 dini hari ke rumah orang tuanya.

“ Orang tua korban kaget melihat anaknya baru pulang. Esok harinya (12/10) korban ditanya oleh orang tuanya apa yang terjadi dan korban menceritakan semuanya, yakni minum miras dan disetubuhi empat pelaku,” ujar Djauhari.

Orang tua Mawar yang mengetahui hal itu tak terima dan melapor ke Polsek Tenggarong, Kamis (13/10) siang. Malam harinya barulah empat remaja itu ditangkap, namun satu remaja diserahkan sendiri oleh orang tuanya.

“ Dari hasil pemeriksaan, empat pelaku malam itu hanya menyetubuhi korban sebanyak satu kali. Tapi salah satu pelaku yaitu VB sudah pernah menyetubuhi korban dilain hari sebanyak satu kali saat masih berpacaran,” jelasnya.

Kasus ini, lanjut Djauhari, tetap diproses dan tak ada kata damai. Saat ini empat remaja yang terdiri dari dua siswa dan dua mahasiswa ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“ Pelaku kami jerat dengan Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dibawah Umur dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun,” katanya.

Terpisah, VB saat ditemui mengaku memang sempat berpacaran dengan Mawar, yang merupakan adik kelasnya di sekolah. Namun baru-baru saja mereka berpisah, tapi tetap dekat.

“ Iya saya sama dia (Mawar,Red) baru saja putus, tapi kami tetap dekat. Jadi waktu itu saya yang mengajaknya ke kontrakan teman saya (KR,Red) untuk merayakan ulang tahun saya,” katanya.

Sementara KR mengaku tak sadar telah menyetubuhi Mawar. Dia mengaku terpengaruh minuman beralkohol.

“ Kami mulai kumpul di kontrakan pukul 7 malam, dan VB yang beli alkoholnya. Kemudian pukul 8 malam kami minuman sebanyak satu botol. Kami semua mabuk, dan teman Mawar pulang. Setelah itu saya hanya ingat kami semua menyetubuhi Mawar bergantian di lantai dua kontrakan tempat saya sewa,” jelas KR, yang juga siswa di salah satu sekolah di Tenggarong ini. (bayu)