Remas Payudara Wanita Saat Belimbur di Tenggarong

1News.id, Kutai Kartanegara – Seperti biasanya, disaat acara Belimbur digelar sebagai tanda berakhirnya Festival Adat Erau di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) terus saja dicorengi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Seperti halnya yang terjadi, Minggu (28/8) siang sekitar pukul 15.00 Wita saat belimbur berlangsung, sekelompok pria dihajar warga karena melakukan hal yang tidak senonoh. Mereka menjadi ‘ Hantu Kacak ‘ atau tukang remas payudara wanita yang melintas. Modusnya sama, berpura-pura menyiram air tapi tangan yang lain beraksi mencari tempat intim.

Nah ulah sekelompok pria itu terjadi di Jalan KH Akhmad Muksin, RT 6, Kelurahan Timbau, Tenggarong atau tepat di dekat Bank BCA. Sejak berlangsungnya belimbur, sejumlah warga terus menyaksikan tingkah laku sekelompok pria itu. Mungkin sekitar 3 sampai 4 kali mereka telah meremas payudara wanita yang masih berusia remaja.

” Waktu itu saya lagi belimbur sama teman-teman. Saya lihat kalau tidak salah 3-4 kali mereka meremas payudara wanita, tapi saya diamkan saja dulu. Namun saat ada seorang ibu tua menangis karena anak gadisnya yang di bonceng di remas payudaranya oleh sekelompok pria itu, saya langsung menegurnya,” ucap Suyanto (26) kepada harian ini saat ditemui di Mapolres Kukar.

Teguran yang dilakukan Suyanto masih dalam hal wajar. Bukan dengan kekerasan, melainkan perkataan yang baik. ” Saya bilang, mas kalau ikut Belimbur jangan begitu. Terus mereka jawab, saya juga orang Kutai,” jelas Suyanto, lagi.

Bukannya meminta maaf, sekelompok pria itu malah tidak terima ditegur oleh Suyanto. Kemudian mereka langsung mengambil kayu yang sepertinya sudah disiapkan.

” Disana kan nggak ada kayu mas, hanya batang pohon. Tapi waktu itu mereka malah ambil kayu entah darimana dapatnya. Kemudian saya dipukuli dan hidung saya terkena paku di kayu yang dipukulkan ke saya,” terangnya.

Usai memukul Suyanto, sekelompok pria itu langsung kabur dan meninggalkan sepeda motornya dipinggir jalan. Kemudian masyarakat yang melihat Suyanto dikeroyok, bersama-sama menunggu sekelompok pria itu kembali mengambil sepeda motor.

” Ternyata benar, mereka kembali. Nah warga sekitar yang sudah marah langsung menghajar mereka, sampai akhirnya ada polisi datang dan membawa mereka,” urainya.

Suyanto yang menjadi korban tidak melanjutkan perkaranya ke jalur hukum. Suyanto menyetujui jalur damai setelah pihak keluarga sekelompok pria itu mau membiayai perawatan akibat pengeroyokan.

” Ya damai saja mas. Hanya saja saya menyayangkan hal seperti ini selalu saja terjadi setiap belimbur. Saya sih berharap agar hal ini tidak terulang lagi, kalau belimbur ya belimbur saja, jangan melakukan hal asusila apalagi sampai membawa-bawa nama Kutai,” imbuh Suyanto.

hantu kacak 3

Sementara itu, sekelompok pria itu ternyata warga yang tinggal di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang. Saat diamankan jumlah mereka sebanyak 7 orang dan beberapa masih bersekolah di SMP dan SMA, namun ada yang sudah berumur. Mereka berinisial RH, JN, MI, YT, AN, RT dan JL.

hantu kacak 2

” Karena damai kita hanya panggil orang tua dan keluarga serta istrinya. Kemudian kita buatkan surat pernyataan dan tidak mengulanginya lagi,” tutur anggota Polres Kukar kepada pewarta. (bayu)

Komentar

komentar