1News.id, Samarinda – Jika berurusan dengan narkotika atau terlibat di dalamnya, tentu sanksi dan hukuman berat akan menyambut. Demi kebutuhan sang buah hati, TH (35) rela menjadi kurir narkoba.

Namun karena ulahnya, anaknya yang masih balita disuruh menggenggam paket narkoba. Minggu malam (19/6), dirinya diamankan di Jalan Harmonika, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota.

Berdasarkan pengakuan TH, bahwa tak memiliki pekerjaan menjadikan dirinya terpaksa berkecimpung di dunia narkoba.

“Anak minta susu, sementara mau dapat dari mana kalau tidak ada uang,” ungkapnya.

Anaknya yang masih di bawah lima tahun (balita) itu disuruh memegang kristal mematikan yang dibalut dalam bungkus permen. Tidak bisa diajak bekerja sama, anak tersangka langsung menunjukkan barang bukti tersebut ke arah ayahnya.

Praktis, ayah tiga orang anak itu tak bisa berkelit. Bersama barang bukti seberat 1,87 gram, Thomas dibawa ke Polresta Samarinda untuk diambil keterangan.

Seorang kurir lainnya yakni HF (42). Warga Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Samarinda Kota itu dibekuk petugas lantaran kedapatan hendak mengantar sabu-sabu ke salah satu calon pembeli yakni.

“Itu titipan, teman ada sms saya minta belikan,” Sebut HF. Ditangkap di Jalan Gunung Merbabu, Kelurahan Jawa, Samarinda UIu, Haris turut dibawa petugas berpakaian preman ke kantor polisi.

Sementara di tim lain, petugas juga mengamankan seorang pengedar dan seorang perantara. FRA (26) dan JU (30). Dari tangan keduanya, petugas mendapati barang bukti sebanyak tiga paket sabu-sabu seberat 2,71 gram, dua sendok penakar, serta timbangan digital.

Selain itu, polisi juga mengamankan seorang bandar sabu-sabu di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. US (34), dibekuk di rumahnya dengan barang bukti sebanyak tiga paket seberat 8,52 gram.

“Baru lima bulan jualan,” ungkap pelaku.

Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Belny Warlansyah menerangkan, empat lokasi penangkapan tersebut tak masuk dalam satu jaringan.

“Beda-beda, dan ini masih kami kejar bandar lainnya,” sebut Belny.

Disinggung sebagai lokasi rawan narkoba, perwira berpangkat melati satu itu masih menegaskan kawasan Samarinda Utara dan Samarinda Ilir masih dominan. Namun, tidak menutup kemungkinan, daerah lain masuk dalam ranah sarang narkoba.

Reporer: Muhammad Zulkifli/ Editor: Esa Fatmawati