1News.id, Kutai Kartanegara – Dua kelompok supporter, Mitra Mania dan Pusamania, yang merupakan basis pendukung dari Mitra Kukar dan Pusamania Borneo, akhirnya sepakat berdamai dalam mendukung timnya masing-masing, saat keduanya bertemu.

Iya, Mitra Kukar dan PBFC dipastikan akan saling bertemu pada pekan ke 5 kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang, pada Jumat (10/6) malam ini.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian melalui perwakilan kedua kubu, baik Mitra Mania yang diwakili Nur Hidayat dan Pusamania melalui Abdulsomad Fauzan. Turut hadir saat itu Ketua Panitia Pelaksana pertandingan Akbar Haka, Kapolres Kukar AKBP Handoko dan beserta jajarannya.

Dayat, panggilan Nur Hidayat menegaskan pada prinsipnya Mitra Mania menyabut dengan baik seluruh kelompok supporter yang datang ke Tenggarong yang ada di Indonesia ini, khususnya di stadion untuk mendukung timnya masing-masing. Apalagi Pusamania, lanjutnya, yang notabene adalah saudara sendiri.

“Isu-isu permusuhan atau perselisihan yang berhembus selama ini itu tidak ada, apalagi dari Mitman,” tegasnya. Ia pun tidak lupa memberikan penghargaan terhadap Polres Kukar, yang telah memfasilitasi kedua belah pihak dalam deklarasi damai tersebut. “Kami apresiasi Polres Kukar yang telah menginisiasi deklarasi damai ini,” ujarnya.

Sementara Fauzan mengatakan kalau tingkat kerawanan sebenarnya sebenarnya terjadi diluar stadion, bukan didalamnya. Khususnya dari perbatasan Samarinda-Kukar, tepatnya di Patung Lembuswana sampai ke stadion. “Sebetulnya kerawanan ada disepanjang perjalanan dari Patung Lembuswana hingga stadion. Disana mungkin ada beberapa oknum yang menyusup dan melaukan penyerangan,” tuturnya,

Tidak hanya itu saja, Fauzan juga meminta terhadap panitia pelaksana secara khusus agar bisa bergerak cepat memasukan Pusamania kedalam stadion, jangan berlama-lama diluar stadion dan sampai berdesak-desakan di pintu masuk.

“Sebab ada saja oknum supporter Mitra Mania atau penonton biasa yang nyeletuk dan kemudian timbulah pergesekan. Biasanya dari sana awal terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. Untuk itu, Fauzan meminta pihak panpel untuk menyediakan dua pintu masuk untuk Pusamania yang hadir ke stadion.

Sementara itu, Handoko meminta kedua kubu untuk membantu pihaknya mengamankan jalannya pertandingan, minimal tidak memancing atau memicu pergesekan, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami tidak bisa berbuat sendiri, tolong kawan-kawan untuk jangan sampai memancing atau memicu kerusuhan. Jika sampai ada, kami tidak segan untuk menindak. Junjung tinggi sportivitas, siap kalah dan siap juga menang,” tegasnya.

Reporter: Lutfi/ Editor: Sacha Muhammad Hakim