Mau Kabur Waktu Ditangkap, Dua Bulan Curi 6 Motor di Kukar

1News.id, Kutai Kartanegara – Dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil dibekuk Unit Opsnal Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (3/6) siang. Mereka bernama Lutfi Efendi (36) dan Ahmad Nuril Yuda (36) warga Jalan Jakarta, Pasar Kemuning, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

” Keduanya kami tangkap di lokasi yang berbeda. Lutfi di dekat Kampung Putak, Kecamatan Loa Kulu, sementara Yuda di Harapan Baru, Samarinda,” kata Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen, melalui Kasat Reskrim AKP Yuliansyah kepada harian ini.

Penangkapan berawal adanya informasi masyarakat, bahwa ada seseorang yang ingin menjual sepeda motor Honda Vario Techno 150 dengan harga murah. Mendapatkan info itu, Kanit Opsnal Polres Kukar Ipda Aksar beserta anggotanya langsung melakukan penyelidikan dan menyamar sebagai pembeli. Hasilnya, penjual yang diketahui bernama Lutfi itu langsung sepakat dan melakukan janji untuk bertransaksi di Loa Kulu.

” Waktu pukul 1 siang tadi (Jumat,Red), pelaku datang membawa kendaraan yang mau dijualnya. Tanpa menunggu lama anggota saya dibawah pimpinan Kanit Opsnal Ipda Aksar langsung meringkusnya,” terang Yuliansyah.

Lutfi yang sudah tertangkap tak bisa berkutik dan langsung membongkar rahasia. Lutfi mengaku hanya menjualkan hasil curian, sementara yang mencuri dilapangan adalah Yuda, teman satu kostnya di Jalan Jakarta, Samarinda. Kemudian melalui Lutfi, polisi memancing Yuda untuk bertemu terkait pembagian hasil penjualan motor curian.

” Ternyata Yuda berada di Harapan Baru, Samarinda Seberang. Selanjutnya anggota saya langsung melakukan pengejaran kesana,” tuturnya.

Setibanya di Jalan Loa Hui, Kelurahan Harapan Baru, Yuda yang berbadan gemuk tersebut menyadari telah di incar oleh polisi. Yuda kemudian bergegas lari agar tidak tertangkap. Tapi usahanya gagal, polisi terpaksa melepaskan tembakan ke arah kaki kanannya hingga Yuda terjatuh.

” Pelaku berusaha kabur waktu mau ditangkap. Beruntung anggota saya langsung menembak kakinya dan pelaku berhasil diamankan,” terang Yuliansyah, lagi.

Usai diamankan, polisi kembali mengamankan sepeda motor curian hasil dua komplotan itu. Bahkan dari tangan Yuda, polisi kembali menyita 2 unit sepeda motor lainnya yakni Honda Vario Techno 125 KT 2534 UC yang di curi di Kecamatan Sangasanga dan Honda Beat Warna Merah Hitam KT 3875 WD hasil curian di Kecamatan Muara Jawa.

Sementara sepeda motor Honda Vario Techno 150 warna putih KT 4165 OZ yang diamankan dari tangan Lutfi, merupakan hasil curian Jumat (3/6) pagi di Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong.

” Iya, satu motor yang mau dijual kepada anggota saya yang sedang menyamar ternyata baru dicuri mereka di Tenggarong,” kata Yuliansyah.

Dari pengakuan keduanya, pencurian motor ini sudah dilakukan selama 2 bulan. Selama itu mereka sudah mencuri sebanyak 6 kali, yakni di Sangasanga 2 kali, Muara Jawa 3 kali dan Tenggarong 1 kali. Namun dari jumlah tersebut, polisi baru mengamankan 3 unit sepeda motor.

” Kita masih kembangkan dimana keberadaan motor lainnya,” jelas Kasat.

Untuk motif pencurian yang dilakukan keduanya hanya mengincar sepeda motor yang kunci kontaknya masih tergantung di sepeda motor. Mereka kerap menyasar kendaraan yang diparkir di pinggir jalan atau depan rumah.

” Jadi satu pelaku tugasnya mengantar dan menjualkan, yaitu Lutfi. Kalau yang mencuri dilakukan Yuda,” tutur Yuliansyah.

Sementara itu, Yuda mengaku terpaksa mencuri karena harus membayar hutang cicilan rumahnya. Hasil curian itu, terang Yuda dibagi rata bersama Lutfi.

” Hutang saya Rp 9 juta mas, sekarang sudah sisa Rp 2 juta. Untuk hasil penjualan motor ini kami bagi dua, fipty-fipty. Rata-rata sepeda motor dijual dengan harga Rp 2 juta, tapi pernah ada RX King kami jual dengan harga Rp 3 juta,” aku bapak 4 anak ini.

IMG_4861-1_crop_701x473

IMG_4867-1_crop_701x473

Reporter: Bayu/ Editor: Esa Fatmawati